News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Donald Trump Terancam Tak Bisa Gunakan Twitter untuk Selamanya

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Donald Trump tersenyum.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, terancam tidak bisa lagi menggunakan layanan media Sosial Twitter untuk selamanya.

Menurut laporan The Guardian yang dikutip pada Jumat (12/2/2021), Twitter mengatakan akan memblokir akun Donald Trump meski dia mencalonkan diri lagi menjadi Presiden AS dalam pemilu mendatang.

Kepala Keuangan Twitter Ned Segal menyebutkan, saat seseorang yang memiliki akun telah dihapus dari platform Twitter makan pemiliknya terhapus dari Twitter.

Baca juga: Twitter Blokir Akun Donald Trump Untuk Selamanya, Bahkan Jika Mantan Presiden Itu Mencalonkan Lagi

"Cara kerja kebijakan kami tidak melihat siapa background pemilik akun. Karena kebijakan kami dirancang untuk memastikan orang tidak terhasut kekerasan," ujar Segal.

Selain itu ia juga menjelaskan, kebijakan Twitter juga tidak mengizinkan orang untuk kembali menggunakan layanan platform-nya apabila sudah dihapus.

Twitter sendiri sempat mengunci akun Twitter Donald Trump, karena beberapa cuitan yang dinilai dapat meningkatkan risiko kekerasan.

Langkah yang diambil oleh Twitter, belum pernah terjadi sebelumnya. Twitter melarang Trump dari platform tersebut setelah pemberontakan Capitol, dan menangguhkan akun milik Trump secara permanen.

Baca juga: POPULER Internasional: Trump Disebut Tak Sesali Insiden Capitol | Unjuk Rasa Myanmar Makin Bertambah

"Dengan cuitan yang disebarkan melalui Twitter, berisi hasutan dan berisiko menimbulkan kekerasan lebih lanjut," kata Ned Segal.

Donald Trump sendiri dikabarkan dituduh melakukan penghasutan untuk pemberontakan saat pemakzulan dirinya, dengan melakukan desakan pada rapat umum di Washington sebelum pembobolan Capitol AS oleh massa pada 6 Januari 2021.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini