Sementara satunya punya panjang 1 cm.
Tim dokter mencoba mencari tahu apakah anak itu terpapar obat-obatan ketika berada di kandungan ibunya.
Ataukah apakah ada keluarganya yang mengalami kelainan genetik.
Namun, semua teori itu terpatahkan sehingga penyebabnya masih misterius.
Pakar urologi menerangkan, tidak ada satu pun dari kelamin tambahan tersebut yang mempunyai uretra.
Karena itu, tim medis memutuskan alat kelamin tambahan itu bakal mereka angkat dalam prosedur operasi.
Dokter Shakir Saleem Jabali selaku penulis jurnal berujar, anak itu tak punya kendala medis lain setahun setelah operasi.
Terdapat laporan medis bahwa ada yang bisa buang air kecil hingga mengalami ejakulasi dari dua penisnya.
Sumber: Surya.co.id/Kompas.com
Baca tanpa iklan