News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program Nuklir Iran Diprediksi Mundur 9 Bulan Pascasabotase Diduga Dilakukan Israel

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Pravitri Retno W
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto dari Organisasi Energi Atom Iran yang menunjukkan sebuah gudang rusak di Natanz, salah satu fasilitas pengayaan uranium utama milik Iran, yang berada di selatan Ibu Kota Teheran, (2/7/2020).

Pada konferensi pers, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan tidak ada yang terluka dan hanya instalasi listrik yang relatif sederhana yang rusak.

Itu akan diganti model yang lebih canggih, yang dapat memurnikan uranium dengan kecepatan lebih tinggi.

Juru bicara pers Gedung Putih mengatakan AS tidak terlibat dalam insiden itu.

Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, yang saat serangan berada di Yerussalem pun tidak merilis pernyataan.

Lokasi nuklir utama Iran, Natanz (AP)

Baca juga: Presiden AS Joe Biden Tak Berminat Selesaikan Konflik Israel-Palestina

Baca juga: AS Kembali Beri Bantuan ke Palestina, Israel Kecewa

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga tidak mengonfirmasi keterlibatan pihaknya dalam serangan itu.

Namun dalam pernyataannya, Netanyahu merujuk pada sabotase di pembangkit nuklir Natanz.

"Kebijakan saya sebagai perdana menteri Israel jelas - saya tidak akan pernah membiarkan Iran memperoleh kemampuan nuklir untuk melakukan tujuan genosidalnya untuk melenyapkan Israel," katanya.

Saat ini Prancis, Inggris, dan Jerman sedang berunding dengan Teheran agar Iran dan AS dapat kembali mematuhi kesepakatan nuklir 2015.

Kesepakatan ini diharapkan dapat membatasi program nuklir Iran.

Israel menentang kesepakatan itu dan berpendapat bahwa mereka berhak menyerang Iran demi melindungi dirinya sendiri.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini