News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Data Kematian di India Dianggap Tidak Sesuai Jumlah Mayat yang Dikremasi Akibat Covid-19

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Orang-orang menunggu bus di terminal bus di New Delhi pada 19 April 2021, untuk berangkat ke tempat asal mereka saat India berjuang melawan lonjakan pemecah rekor dalam infeksi virus korona Covid-19 yang telah memaksa ibu kota diisolasi selama seminggu.

TRIBUNNEWS.COM, NEW DELHI - Jumlah kematian harian di India meningkat secara tajam pada gelombang kedua penyebaran virus corona (Covid-19), negara itu telah melaporkan terjadi 1.761 kematian pada hari Senin lalu.

Angka ini membuat jumlah warga yang meninggal akibat Covid-19 menjadi lebih dari 180.000 sejak pandemi dimulai pada awal 2020.

Proses krematorium pun telah berlangsung di beberapa kota di India, baik siang maupun malam.

Bahkan banyak keluarga yang harus menunggu selama berjam-jam agar jenazah anggota keluarga mereka yang meninggal karena virus ini dapat dikremasi atau dikuburkan.

Dikutip dari laman BBC, Rabu (21/4/2021), para ahli mengatakan fenomena ini menunjukkan bahwa jumlah kematian di negara itu pada gelombang kedua penyebaran Covid-19 sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.

Sanjeev Gupta, seorang jurnalis foto yang tinggal di kota Bhopal di India tengah, melakukan peliputan foto pada salah satu krematorium kota.

Baca juga: Epidemiolog : Lonjakan Kasus Covid-19 di India karena Faktor Perilaku dan Varian Corona Baru

Perlu diketahui, kota Bhopal hanya melaporkan 4 kematian terkait Covid-19 pada beberapa hari lalu.

Namun Gupta terkejut melihat lusinan pembakaran kayu di pemakaman setempat.

Selain itu, beberapa jenazah pun dibuat 'berbaris' untuk dikremasi secara bersamaan di tungku listrik.

Gupta mengaku tersentuh saat seorang pemuda memintanya untuk memotret asap yang keluar dari cerobong asap krematorium listrik.

"Ia bilang asap itu mewakili ibunya, itu hal paling memilukan yang pernah saya dengar," kata Gupta.

Sementara itu Jurnalis foto lainnya di kota Lucknow, yang merupakan ibu kota negara bagian Uttar Pradesh, mengatakan bahwa ia menghitung hampir 100 pembakaran kayu di salah satu krematorium kota di kota itu pada 14 April lalu.

Data resmi untuk seluruh negara bagian pada hari itu mencatat hanya 85 kematian akibat virus ini.

"Langit sudah jingga di dekat krematorium, tapi saya masih merinding memikirkannya. Kami pasti tidak mendapatkan data kematian yang benar-benar valid dari pemerintah," kata dia.

Selanjutnya, Jurnalis foto lainnya di kota Varanasi di negara bagian Uttar Pradesh juga berbicara tentang perbedaan serupa, terkait data kematian yang tidak sebanyak fakta di lapangan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini