Namun, perselisihan makin memuncak antara tokoh masyarakat Quraisy saat menentukan siapa yang berhak untuk menempatkan kembali batu tersebut setelah pemugaran.
Hingga akhirnya Nabi Muhammad menjadi penengah.
Kemudian, Nabi Muhammad menghamparkan kainnya dan menempatkan Hajar Aswad di atas bentangan kain.
Rasulullah SAW meminta setiap pemuka kabilah Quraisy memegang masing-masing sudut dan sisi kain tersebut.
Dilakukan bersama-sama, kain diangkat untuk membawa Hajar Aswad ke tempatnya semula.
Rasulullah SAW pun mengangkat batu tersebut dan meletakkannya ke tempat semula.
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Kontan.co.id/Barratut Taqiyyah Rafie)
Simak berita lain terkait Hajar Aswad
Baca tanpa iklan