News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Filipina Minta Bantuan AS untuk Analisis Data Black Box Pesawat Jatuh Lockheed C-130

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dalam foto selebaran ini yang diambil pada 4 Juli 2021, dan diterima dari Satuan Tugas Gabungan Militer Filipina-Sulu (JTF-SULU) pada 5 Juli, pejabat militer Filipina (kiri) mengawasi operasi pencarian dan pengambilan di sebelah baling-baling yang terbakar setelah Pesawat angkut C-130 Angkatan Udara Filipina jatuh di dekat bandara di kota Jolo, provinsi Sulu, dekat pulau selatan Mindanao.

TRIBUNNEWS.COM - Filipina akan mengirim kotak hitam pesawat Lockheed C-130 yang jatuh pada akhir pekan lalu ke Amerika Serikat untuk dianalisis, kata kepala militer Cirilito Sobejana, Rabu (7/7/2021), seperti dilaporkan usnews.com.

Amerika Serikat telah berkomitmen untuk membantu menganalisis informasi dari data penerbangan dan perekam suara kokpit yang dapat menjelaskan insiden tragis yang menewaskan 53 orang di provinsi selatan Jolo itu, ujar Sobejana dalam wawancara televisi lokal.

Sobejana mengatakan Filipina tidak memiliki kemampuan seperti itu.

Ia tidak memberikan jadwal kapan para ahli AS dapat menyelesaikan ekstraksi data.

Pesawat Lockheed C-130 membawa pasukan menuju operasi kontra-pemberontakan ketika jatuh dengan 96 penumpang, Minggu (4/7/2021).

Baca juga: Pesawat Jatuh di Filipina Tewaskan 52 Orang Termasuk Pilot & Warga Sipil, Kotak Hitam akan Diperiksa

Baca juga: Update Kecelakaan Pesawat An-26 di Rusia, Tim Investigasi Dalami 3 Dugaan Penyebab Insiden

Dalam foto selebaran yang diambil pada tanggal 4 Juli 2021 dan diterima dari Satuan Tugas Gabungan Militer Filipina-Sulu (JTF-Sulu), petugas penyelamat tiba saat asap mengepul dari puing-puing pesawat angkut C-130 Angkatan Udara Filipina setelah jatuh di dekat bandara di kota Jolo, provinsi Sulu, dekat pulau selatan Mindanao. (Handout / Joint Task Force-Sulu / AFP)

Korban tewas naik menjadi 53 orang, termasuk tiga warga sipil di darat dan kru lainnya terluka.

Ditanya apakah cuaca buruk atau kesalahan manusia bisa menjadi penyebab insiden itu, Sobejana mengatakan akan menunggu laporan resmi penyidik.

"Saya mengatakan kepada mereka untuk melakukannya secepat mungkin, tetapi tetap harus hati-hati," katanya.

"Kami ingin mendapatkan informasi atau fakta yang akurat."

Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin menawarkan dukungan tambahan kepada mitra Filipina Delfin Lorenzana ketika mereka berbicara melalui telepon pada hari Selasa untuk membahas kecelakaan itu.

Mereka juga membahas dukungan evakuasi medis kritis yang diberikan oleh personel AS dan kemungkinan bantuan lainnya, termasuk identifikasi korban, menurut sebuah pernyataan yang dirilis di Washington.

Sobejana mengatakan 16 korban telah diidentifikasi.

Beberapa korban terbakar tanpa bisa dikenali.

Pihak berwenang akan mengandalkan catatan gigi dan pengujian forensik untuk mengidentifikasi mereka, katanya.

Diberitakan sebelumnya, pada Senin (5/7/2021), otoritas Filipina telah menemukan kotak hitam dari pesawat Angkatan Udara yang jatuh pada minggu lalu.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini