News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

70 Kasus Covid-19 Varian Delta Plus Ditemukan dalam Pengurutan Genom di India

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Arif Fajar Nasucha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI Covid-19 varian Delta Plus. 70 kasus virus corona varian Delta Plus ditemukan dalam pengurutan genom oleh INSACOG India

3. Mengapa varian delta lebih berbahaya?

Varian delta lebih berbahaya karena menginfeksi lebih cepat daripada mutasi lainnya.

Menurut penelitian, varian Delta terutama mempengaruhi kaum muda, karena kaum muda lebih banyak terlibat dalam kehidupan sosial.

4. Apa saja gejala varian delta?

Gejala Covid-19 klasik didominasi oleh demam tinggi, batuk terus-menerus, serta kehilangan rasa dan/atau penciuman.

Di varian delta, gejala seperti sakit kepala, pilek, dan sakit tenggorokan terlihat lebih dominan dibandingkan dengan virus COVID-19 klasik.

Gejala-gejala ini seperti gejala pilek yang parah pada orang muda.

Namun, hilangnya rasa dan bau juga terlihat pada varian Delta.

Baca juga: Benarkah Varian Lambda Lebih Menular dari Varian Delta dan Kebal Terhadap Vaksin Sinovac?

Baca juga: Bukan Hanya Delta, Virus Varian Lokal Pernah Dominasi Kasus Covid-19 di Indonesia

5. Siapa yang lebih berisiko terinfeksi?

Mereka yang tidak divaksinasi, memiliki penyakit kronis dan orang berusia di atas 65 tahun lebih berisiko terpapar.

6. Bisakah individu yang divaksinasi menularkan varian Delta kepada orang lain?

Individu yang divaksinasi juga dapat terinfeksi dengan varian Delta.

Meskipun penyakit menjadi lebih ringan pada mereka yang divaksinasi, mereka tetap dapat menularkan varian virus.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini