News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Drakor DP di Netflix ungkap sisi kelam wajib militer Korea Selatan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

"Ketika saya menyaksikan tokoh penjahat memukul leher si serdadu, saya harus menekan tombol pause karena itulah yang persis saya alami," kata aktor dan model Kang Un, yang menjalani wamil dari 2012 hingga 2014, kepada BBC Korean.

"Saya juga sering dipukuli senior-senior saya. Tatkala seseorang memukul leher seperti itu sebanyak 20 kali, kamu akan menangis."

Bukan kebetulan drakor tersebut seolah-olah berlangsung pada 2014. Sebab sejumlah kasus penyiksaan militer pada tahun itu mengejutkan warga Korsel dan menimbulkan kemarahan publik.

Pada April 2014, prajurit Yoon Seung-joo meninggal dalam usia 23 tahun setelah dipukuli senior-seniornya. Kejadian itu baru terungkap beberapa bulan kemudian setelah mendapat sorotan sebuah kelompok pembela HAM.

Sebelum meninggal, Yoon dilaporkan mengalami beragam perlakuan keji, termasuk dilarang makan dan tidur.

Pada tahun itu pula, seorang sersan bernama Im melakukan aksi penembakan yang menewaskan lima serdadu. Im diduga membalas dendam karena dirundung.

Ada pula kejadian dua serdadu tewas kehabisan napas dalam latihan. Kepala mereka ditutupi kain dan kedua tangan mereka terikat di balik punggung.

Baca juga:

Gelombang kemarahan publik atas rangkaian kejadian itu, memicu presiden saat itu, Park Geun-hye, untuk menempuh langkah-langkah meredam kekerasan di tubuh militer.

Kementerian Pertahanan Nasional menerapkan beberapa perubahan, termasuk membangun jalur komunikasi yang lebih baik antara prajurit wamil dan keluarga mereka. Prajurit wamil juga diizinkan menerima kunjungan pada hari kerja. Sebelumnya mereka hanya boleh menerima kunjungan pada akhir pekan atau hari libur.

Ponsel mengubah keadaan

Beberapa perubahan terkini, khususnya penggunaan ponsel pintar, menurut sejumlah orang membuat kehidupan militer menjadi jauh lebih baik.

Pada Juli 2020, setelah diuji dalam persidangan yang memakan waktu setahun, ponsel boleh digunakan para serdadu di kamp militer. Meski begitu, ada beberapa pembatasan: mereka hanya boleh menggunakan ponsel dalam waktu tertentu dan ponsel tidak diperbolehkan di area keamanan tinggi.

Bagaimanapun, para pengamat memandang langkah ini secara keseluruhan membantu meringankan perasaan keterisolasian para serdadu di barak-barak militer.

Sejumlah adegan dalam serial DP yang ditayangkan Netflix membangkitkan kenangan buruk bagi sejumlah warga Korsel.

Yang lebih penting, ponsel berpotensi membuat para serdadu mengungkap ketidakadilan dalam kamp-kamp militer.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini