News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Presiden Biden: AS Akan Balas Setiap Aksi Iran

Editor: Setya Krisna Sumarga
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dalam gambar yang dirilis oleh Gedung Putih ini, Presiden AS Joe Biden berbicara di telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 22 September 2021, di Kantor Oval Gedung Putih di Washington, DC. Biden dan Macron berbicara untuk pertama kalinya sejak perselisihan meletus atas penjualan kapal selam ke Australia.

Para pemimpin berbagi “keprihatinan kami yang besar dan berkembang” Iran “telah mempercepat langkah langkah nuklir provokatif” setelah menghentikan negosiasi untuk kembali ke JCPOA.

Pada gilirannya, para pemimpin Eropa memuji "komitmen yang ditunjukkan secara jelas oleh Biden untuk mengembalikan AS patuh terhadap JCPOA.

Troika Eropa menambahkan kembalinya kesepakatan itu masih bisa dibayangkan dan bisa dilakukan secara cepat.

Pada hari Sabtu, Pasukan Pertahanan Israel membagikan video jet tempur F-15 Israel mengawal pembom B-1B AS melalui langit Israel.

Langkah itu dianggap demonstrasi kekuatan nyata ke Iran di tengah meningkatnya ketegangan yang sedang berlangsung.

Juga pada hari itu, militer beberapa negara Timur Tengah bergabung ke penerbangan pembom Amerika untuk mendukung patroli di langit Timur Tengah.

Perkembangan lain, pemerintah AS kembali menjatuhkan sanksi terhadap empat orang Iran dan dua organisasi yang diyakini AS bertanggung jawab atas operasi pesawat tak berawak Korps Pengawal Revolusi Islam di negara lain.

Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keputusan tersebut, mengklaim tindakan tersebut bertentangan janji Washington yang ingin kembali ke JCPOA.

Langkah-langkah baru ini adalah yang terbaru dalam serangkaian lebih dari 1.000 yang diberlakukan oleh AS terhadap Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah-langkah itu mendahului upaya kedua negara untuk melanjutkan pembicaraan yang terhenti tentang JCPOA di Wina.

Juga awal pekan ini, sebelum pengumuman sanksi baru, Ali Baqeri-Kani, negosiator senior nuklir Iran, menyatakan Teheran akan kembali ke negosiasi Wina sebelum akhir November.

Pada Mei 2018, di bawah Presiden Trump saat itu, AS secara sepihak menarik diri dari JCPOA, menyebabkan guncangan serius bagi masa depan pengawasan nuklir Iran.

Iran dilaporkan melanjutkan kembali pengayaan uranium dan kegiatan penimbunan di luar batas JCPOA, sambil bersikeras program nuklirnya benar-benar tidak berbahaya.(Tribunnews.com/Sputniknews/xna)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini