News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Inggris Tuduh Rusia Berencana Bentuk 'Pemerintahan Boneka' Pro-Kremlin di Ukraina

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Poster Presiden Rusia Vladimir Putin dijadikan latihan sasaran di sepanjang parit di garis depan dengan separatis yang didukung Rusia di dekat desa Zolote, di wilayah Lugansk, pada Jumat (21/1/2022). Pemerintah Inggris menyebut Rusia sedang berusaha membangun pemerintahan pro-Kremlin di Ukraina sambil mempertimbangkan apakah akan menginvasi negara.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Inggris menyebut Rusia sedang berusaha membangun pemerintahan pro-Kremlin di Ukraina sambil mempertimbangkan akan menginvasi negara itu atau tidak.

Melalui situs resminya, Inggris membeberkan empat orang yang terlibat dalam rencana itu.

Mereka adalah:

- Serhiy Arbuzov, Wakil Perdana Menteri Pertama Ukraina dari 2012-2014, dan penjabat Perdana Menteri pada 2014

- Andriy Kluyev, Wakil Perdana Menteri Pertama dari 2010-2012 dan Kepala Staf untuk mantan Presiden Ukraina Yanukovich

- Vladimir Sivkovich, mantan Wakil Kepala Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina (RNBO)

- Mykola Azarov, Perdana Menteri Ukraina dari 2010-2014

Baca juga: Ancaman Invasi Rusia meningkat, Amerika Serikat Perintahkan Keluarga Staf Kedubes Tinggalkan Ukraina

Baca juga: Inggris Mengklaim Moskow Akan Pasang Pemimpin Pro-Rusia di Ukraina, Dekati Mantan Politisi

Seorang prajurit Pasukan Militer Ukraina, berjalan di parit di garis depan dengan separatis yang didukung Rusia di dekat Avdiivka, Donetsk, tenggara Ukraina, pada 9 Januari 2022. (Photo by Anatolii STEPANOV / AFP) (AFP/ANATOLII STEPANOV)

Beberapa dari mereka disebut memiliki kontak dengan perwira intelijen Rusia yang saat ini terlibat dalam perencanaan serangan ke Ukraina.

Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss mengatakan:

"Informasi yang dirilis Sabtu (22/1/2022) menyoroti sejauh mana aktivitas Rusia yang dirancang untuk menumbangkan Ukraina."

"Inggris mendesak Rusia harus mengurangi eskalasi, mengakhiri kampanye agresi dan disinformasi, dan menempuh jalur diplomasi."

"Inggris dan mitranya terus menekankan, setiap serangan militer Rusia ke Ukraina akan menjadi kesalahan strategis besar-besaran dengan konsekuensi yang besar."

"Inggris dengan tegas mendukung kedaulatan dan integritas teritorialnya di dalam perbatasannya yang diakui secara internasional, termasuk Krimea."

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini