News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Tentara Belarusia Seberangi Perbatasan, Disebut Bantu Rusia Invasi Ukraina

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Citra satelit Maxar ini diambil dan dirilis pada 28 Februari 2022, memperlihatkan pengerahan pasukan darat dan konvoi di Khilchikha, Belarusia, sebelah utara perbatasan dengan Ukraina. Pasukan Belarusia dilaporkan telah memasuki wilayah Chernihiv di Ukraina utara, bergabung dengan Rusia untuk menginvasi Ukraina

Referendum itu membuka jalan bagi kemungkinan penyebaran senjata nuklir Rusia di tanah Belarusia untuk pertama kalinya sejak negara itu lepas dari Uni Soviet.

Berbicara di tempat pemungutan suara pada hari Minggu, Lukashenko mengatakan dia bisa meminta Rusia untuk mengembalikan senjata nuklir yang pernah diberikannya ke Rusia ke Belarusia.

"Jika Anda (Barat) mentransfer senjata nuklir ke Polandia atau Lituania, ke perbatasan kami, maka saya akan meminta Putin untuk mengembalikan senjata nuklir yang saya berikan tanpa syarat apa pun," kata presiden Belarusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada hari Minggu bahwa ia telah berbicara dengan Lukashenko.

Zelensky meminta Belarusia untuk menghindari konflik.

"Kami adalah tetanggamu. Kami, orang Ukraina. Jadilah Belarusia, bukan Rusia! Anda membuat pilihan ini sekarang," kata Zelensky dalam pesan yang direkam.

Kepala urusan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, pekan lalu mengatakan Lukashenko mengizinkan negaranya menjadi negara satelit Rusia.

Sementara itu seorang pejabat AS pada Minggu mengatakan bahwa "Minsk sekarang adalah perpanjangan dari Kremlin".

Alexander Lukashenko (Sky News)

Pemimpin Belarusia beralih ke Rusia untuk mendapatkan dukungan dan pinjaman setelah protes tahun 2020 lalu.

Aksi protes meletus akibat pemilu yang disengketakan.

Menurut lawan Lukashenko, pemilu itu dicurangi oleh Lukashenko demi mempertahankan kekuasaannya selama 28 tahun.

Dalam perkembangan terpisah pada hari Selasa (1/3/2022), Lukashenko juga mengatakan bahwa dimulainya pembicaraan antara Ukraina dan Rusia - yang diadakan di Belarus pada hari Senin - meningkatkan harapan bahwa permusuhan dapat berakhir, menurut kantor berita RIA.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini