News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Anis Matta Sebut Perang Rusia-Ukraina Pertanda Bakal Ada Tatanan Dunia Baru

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Theresia Felisiani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gambar selebaran ini diterbitkan di akun Telegram Layanan Darurat Negara Ukraina, menunjukkan alun-alun di luar markas besar pemerintahan Kharkiv di Kharkiv setelah dibom pada 1 Maret 2022. - Alun-alun pusat kota kedua Ukraina, Kharkiv, adalah ditembaki oleh pasukan Rusia yang maju Selasa -- menghantam gedung pemerintahan lokal -- kata gubernur regional Oleg Sinegubov. Pagi ini alun-alun pusat kota kami dan markas besar pemerintahan Kharkiv diserang secara kriminal, kata Sinegubov dalam sebuah video di Telegram. Penjajah Rusia terus menggunakan persenjataan berat terhadap penduduk sipil, katanya, seraya menambahkan bahwa dia belum mengetahui berapa banyak korban yang ada. (Photo by Handout / UKRAINE EMERGENCY MINISTRY PRESS SERVICE / AFP)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menegaskan, konflik antara Rusia-Ukraina saat ini harus dipandang sebagai perang supremasi, bukan lagi sekedar proxy. 

Melainkan perang antar negara adidaya, yakni antara Rusia dengan Amerika Serikat (AS) dan Eropa, sementara Ukraina menjadi korban (collateral damage).

Hal itu disampaikannya dalam Gelora Talk bertajuk 'Perang Rusia Vs Ukraina, Apa Dampaknya Pada Peta Geopolitik Dunia?' Rabu (2/3/2022).

"Kalau negara adidaya yang berperang, maka tidak ada aturan lagi, tidak ada yang bisa mengatur mereka. PBB akan mengalami disfungsi, termasuk Dewan Keamanan PBB," kata Anis Matta.

Baca juga: PKS Minta Pemerintah Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Ramadan

Baca juga: Sebelum Keluar Lapas, Angelina Sondakh Sempatkan Diri Berpamitan pada Warga Binaan

Karena itu, kata Anis Matta, perang ini akan mendekati titik ledak yang lebih besar. 

Hal ini yang perlu diantisipasi Indonesia, karena cepat atau lambat Indonesia bisa terseret dalam dampak perang ini.

"Kenapa Partai Gelora ingin mendorong Indonesia sebagai kekuatan lima besar dunia, supaya kita tidak menjadi korban (collateral damage)," ucapnya.

Menurut Anis Matta, dunia saat ini akan menantikan tatanan dunia baru di tengah krisis berlarut, dimulai dari pandemi Covid-19 hingga perang Rusia Vs Ukraina, yang akan berujung pada konflik berlarut secara global.

"Jadi kita sekarang sedang menantikan tatanan dunia baru,ini yang kita khawatirkan. Dan ini yang akan terjadi pemenanglah yang akan menentukan aturan. Inilah arah dunia yang sedang terjadi," ujarnya.

Anggota layanan Ukraina terlihat di luar balai kota Kharkiv yang rusak pada 1 Maret 2022, hancur akibat penembakan pasukan Rusia. - Alun-alun pusat kota kedua Ukraina, Kharkiv, ditembaki oleh pasukan Rusia yang menyerang gedung pemerintah setempat, kata gubernur regional Oleg Sinegubov. Kharkiv, kota yang sebagian besar berbahasa Rusia di dekat perbatasan Rusia, memiliki populasi sekitar 1,4 juta. (Photo by Sergey BOBOK / AFP) (AFP/SERGEY BOBOK)

Pembentukan proses tatanan dunia baru ini, kata Anis Matta, berbeda dengan tatanan dunia lama yang dibentuk oleh pemenang Perang Dunia II. 

Namun pembentukannya akan ditentukan oleh proses rasional masyarakat global, karena dunia semakin terintegrasi.

"Tapi bisakah kita sampai pada tatanan dunia baru, yang tidak terlalu berdarah? Inilah arah yang kita inginkan," katanya.

Anis Matta menilai kekuatan AS dan Eropa saat ini semakin melemah seperti yang terlihat dari pidato Presiden AS Joe Biden dan para pemimpin Uni Eropa sebelumnya. 

Kelemahan AS dan Eropa ini, disadari betul oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Putin telah melakukan kalkulasi secara matang dampaknya, sehingga memiliki keberanian seperti sekarang. Diperkirakan sanksi ekonomi oleh negara adidaya tidak akan berdampak bagi Rusia.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini