"Rusia bukan satu-satunya yang memiliki beberapa masalah dengan Ukraina."
"Sebelum perang, Rumania, Hungaria, bahkan Polandia, semuanya berkomentar tentang hak-hak etnis minoritas mereka atau telah membuat klaim teritorial," kata Muraviev.
"Saya tidak berpikir Hungaria secara sepihak berpihak pada NATO atau sanksi Uni Eropa pada Putin, karena mereka memiliki pertengkaran mereka sendiri dengan Ukraina berkaitan etnis minoritas Ukraina di Ukraina Barat, yang pernah menjadi bagian dari kerajaan Hungaria."
Baca juga: Rusia Terancam Default Akibat Sanksi Ekonomi Barat
Para 'Pendukung'
Ada negara di Asia tengah, seperti Kazakhstan, Uzbekistan, Kyrgyztan, dan Tajikistan yang diam saat Rusia menyerbu perbatasan Ukraina.
Khususnya, satu dari 10 warga Uzbekistan, Kyrgyztan, dan Tajikistan bekerja di Rusia.
Cek pembayaran, terutama dari Rusia, merupakan 30 persen produk domestik bruto Tajikistan, 28 persen untuk Kyrgyztan, dan hampir 12 persen untuk Uzbekistan, menurut data Bank Dunia terbaru.
Baca juga: Update Pertempuran Kota Demi Kota, Rusia Belum Lumpuhkan Ukraina
Pro Ukraina, AS dan NATO
Untuk diketahui, North Atlantic Treaty Organization (NATO) merupakan aliansi dari 30 negara yang berbatasan dengan Samudra Atlantik Utara yang meliputi negara-negara Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada.
Dikutip dari thebalance.com, setiap anggota menunjuk seorang duta besar untuk NATO serta pejabat untuk bertugas di komite NATO dan membahas bisnis NATO.
Orang-orang yang ditunjuk ini dapat mencakup presiden suatu negara, perdana menteri, menteri luar negeri, atau kepala departemen pertahanan.
Baca juga: NATO Kerahkan Pasukan ke Negara-negara Tetangga Ukraina, Apakah Seruan Presiden Zelensky Didengar?
Baca juga: Mengenal NATO, Tujuan Dibentuk, Daftar Negara Anggota, hingga Hubungannya dengan Rusia
Daftar Negara Anggota NATO:
1. Albania
2. Belgia
3. Bulgaria
Baca tanpa iklan