News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Pasukan Rusia yang Terluka Tiba di Belarus

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anak-anak yang dirawat di rumah sakit pediatri berbaring di tempat tidur mereka di ruang bawah tanah rumah sakit yang digunakan sebagai tempat perlindungan bom, di Kyiv pada 28 Februari 2022. - Tentara Rusia mengatakan pada 28 Februari 2022, bahwa warga sipil Ukraina dapat bebas meninggalkan ibu kota negara itu Kyiv dan mengklaim angkatan udaranya mendominasi langit Ukraina saat invasinya memasuki hari kelima. (Photo by Aris Messinis / AFP)

Perlu diketahui, Mariupol berada di pantai utara Laut Azov.

Konashenkov mencatat bahwa militer Rusia sedang melakukan operasi untuk meredakan ancaman Ukraina yang ingin mendapatkan senjata nuklir dan memiliki pangkalan militer NATO di wilayahnya.

Sebelum dimulainya operasi khusus ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berulang kali mengancam akan menarik diri dari Perjanjian Budapest, di mana Ukraina yang baru dibentuk menyerahkan persenjataan nuklir yang diwarisinya dari Uni Soviet dengan imbalan jaminan keamanan.

Zelenskyy mengklaim bahwa jaminan itu telah dilanggar, sedankan Putin mencatat bahwa Ukraina tidak akan membutuhkan banyak waktu dalam menciptakan kembali teknologi untuk membuat senjata nuklir dan memperingatkan bahwa Rusia melihat potensi ini sebagai risiko eksistensial untuk dirinya sendiri.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dalam pidatonya yang disiarkan televisi nasional pada Kamis pagi waktu setempat bahwa sebagai tanggapan atas permintaan para Kepala Republik Donbass, ia telah membuat keputusan untuk melakukan operasi militer khusus.

Langkah ini diklaim untuk melindungi orang-orang 'yang telah mengalami pelecehan dan genosida selama 8 tahun oleh rezim Ukraina'.

Kendati demikian, pemimpin Rusia itu menekankan bahwa negaranya tidak memiliki rencana untuk menduduki wilayah Ukraina.

Saat mengklarifikasi perkembangan yang sedang berlangsung, Kementerian Pertahanan Rusia juga meyakinkan bahwa pasukannya tidak menargetkan kota-kota di Ukraina.

Namun hanya terbatas pada penyerangan dan pelumpuhan infrastruktur militer Ukraina saja.

Negara itu mengklaim tidak ada ancaman apapun yang ditujukan terhadap penduduk sipil.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini