News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Kanada akan Lakukan Semua Cara demi Menyeret Rusia ke Pengadilan Internasional

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Rusia Vladimir Putin.

TRIBUNNEWS.COM, OTTAWA - Kanada akan melakukan apa saja untuk menyeret Rusia ke pengadilan atas kejahatan kemanusiaan yang telah dilakukan di Ukraina.

Pernyataan ini disampaikan Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau dalam akun Twitternya.

"Kami sangat mengutuk pembunuhan warga sipil di Ukraina, tetap berkomitmen untuk meminta pertanggungjawaban rezim Rusia, dan akan terus melakukan segala yang kami bisa untuk mendukung rakyat Ukraina. Mereka yang bertanggung jawab atas serangan mengerikan ini akan dibawa ke pengadilan," cuit Trudeau.

Mendengar pernyataan ini, Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly pun menyatakan dukungannya.

"Kabar pembunuhan tak masuk akal terhadap warga sipil tak berdosa di Ukraina, termasuk di Bucha ini tentu sangat mengejutkan. Kanada tidak akan menyia-nyiakan upaya apapun, termasuk penyelidikan terkait kejahatan perang, untuk memastikan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas ini semua dapat dimintai pertanggungjawaban," cuit Joly.

Dikutip dari laman Ukrinform, Senin (4/4/2022), kota-kota seperti Irpin, Bucha, Hostomel dan seluruh wilayah Koev telah dibebaskan dari kendali Rusia.

Mirisnya, pembunuhan massal warga sipil oleh pasukan Rusia tercatat di kota-kota dan desa-desa yang dibebaskan itu.

Baca juga: Rusia Sebut Temuan Mayat Warga Sipil yang Bergelimpangan di Jalan Raya Sebagai Tuduhan Palsu

Sebuah kuburan massal pun ditemukan di Bucha, di mana hampir 300 orang dimakamkan, dengan puluhan mayat warga sipil masih tergeletak di jalan-jalan, beberapa diantaranya dengan tangan terikat di belakang.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi nasional negara itu pada 24 Februari lalu bahwa sebagai tanggapan atas permintaan para Kepala Republik Donbass, ia telah membuat keputusan untuk melakukan operasi militer khusus ke Ukraina.

Operasi ini dilakukan untuk melindungi orang-orang 'yang telah mengalami pelecehan dan genosida oleh rezim Ukraina selama 8 tahun'.

Kendati demikian, pemimpin Rusia itu menekankan bahwa negaranya tidak memiliki rencana untuk menduduki wilayah Ukraina.

Ia juga menekankan operasi tersebut ditujukan untuk 'denazifikasi dan demiliterisasi Ukraina'.

Sementara itu, negara Barat telah memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Rusia karena melakukan invasi ke Ukraina.

Penerapan sanksi ditujukan terhadap badan hukum maupun individu swasta Rusia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini