News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Vladimir Putin Merasa Telah Menangkan Perang di Ukraina

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Rusia Vladimir Putin

TRIBUNNEWS.COM, WINA -  Presiden Rusia, Vladimir Putin merasa telah memenangkan pertempuran di Ukraina.

Demikian Kanselir Austria, Karl Nehammer, mengungkapkan kesannya saat bertemu Vladimir Putin.

Ia mengatakan bahwa Putin saat ini berada pada logika perangnya sendiri sehingga merasa hal seperti itu.

“Saya pikir ia berada dalam logika perangnya sendiri. Ia berpikir bahwa perang ini penting untuk jaminan keamanan Federasi Rusia,” ujarnya saat diwawancarai NBC dikutip dari The Independent, Senin (18/4/2022).

Baca juga: Wajibkan Rubel untuk Bayar Gas Rusia, Strategi Vladimir Putin Hancurkan Dolar AS

Menurut dia, Putin tak percaya dengan komunitas internasional.

"Ia menyalahkan warga Ukraina atas genosida di Donbas. Jadi, ya, ia ada di dunianya sendiri, tetapi saya pikir ia tahu apa yang terjadi di Ukraina,” tambahnya.

Nehammer bertemu dengan Putin pekan lalu di Moskow dan menjadi pemimpin Uni Eropa (UE) pertama yang bertemu dengannya setelah penyerangan Rusia ke Ukraina.

Pada kesempatan itu, Kanselir Austria tersebut menegaskan Putin melihat serangan ke Ukraina sebagai operasi bertahan diri Federasi Rusia.

“Ia menyebutnya operasi militer khusus, saya menyebutnya perang,” tutur Nehammer.

Sebelum berkunjung ke Moskow, Nehammer telah lebih dulu mengunjungi Bucha di Ukraina.

Ia pun melihat kehancuran yang ditinggalkan pasukan Rusia setelah mundur dari Kiev.

Nehammer menegaskan dirinya ingin menyaksikan lebih dulu apa yang terjadi, sebelum bertemu Putin.

“Kita harus melihat matanya (Putin) dan harus mengonfrontasinya dengan apa yang kita lihat di Ukraina,” ujarnya.

Nehammer pun mengungkapkan bahwa Putin berjanji akan bekerja sama dengan investigasi internasional.

“Namun di satu sisi, ia mengatakan kepada saya bahwa ia tak mempercayai dunia Barat. Jadi ini akan menjadi masalah di masa mendatang,” tuturnya.

Nehammer mengatakan bahwa ia telah memberitahu Putin harus ada koridor kemanusiaan di Mariupol.

Ia juga menambahkan tak ada jabat tangan atau foto bersama saat pertemuannya dengan Putin.

Ia menegaskan pertemuan tersebut tidak bersahabat, tapi dipenuhi kejujuran.

Sumber: The Independent/Kompas.TV

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini