News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Dua Rudal Hantam Kyiv saat Sekjen PBB Kunjungi Ukraina, 10 Orang Terluka

Penulis: Yurika Nendri Novianingsih
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang prajurit Ukraina berjaga di jalan di samping sebuah bangunan yang rusak di kota Borodianka, barat laut Kyiv, pada 6 April 2022, selama invasi militer Rusia diluncurkan ke Ukraina. - Dua rudal Rusia meledak di Kyiv saat Sekjen PBB berkunjung.

TRIBUNNEWS.COM - Rusia menembakkan dua rudal ke Kyiv pada hari Kamis (28/4/2022), selama kunjungan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Roket-roket itu mengguncang distrik Shevchenko di tengah ibu kota Ukraina.

Satu rudal menghantam lantai bawah sebuah bangunan tempat tinggal 25 lantai, melukai sedikitnya 10 orang, kata pejabat Ukraina.

Saksi mata Reuters melaporkan mendengar dua ledakan, tetapi penyebabnya tidak dapat diverifikasi secara independen.

Rusia menarik pasukan penyerbunya dari dekat Kyiv pada awal April setelah gagal merebut kota itu, yang sejak itu menjadi tuan rumah kunjungan pejabat tinggi dari Amerika Serikat dan sekutu Eropanya.

Ledakan pada Kamis terdengar setelah Guterres menyelesaikan pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, menyoroti kekhawatiran bahwa Kyiv masih tetap rentan terhadap persenjataan berat Rusia.

"Ada serangan di Kyiv. Itu mengejutkan saya, bukan karena saya di sini tetapi karena Kyiv adalah kota suci bagi Ukraina dan Rusia," kata Guterres kepada penyiar Portugis RTP, dilansir CNA.

Baca juga: Kota di Ukraina Ini Ganti Pembayarannya Pakai Rubel Usai Dikuasai Secara Penuh oleh Rusia

Baca juga: China Tangguhkan Pengiriman Drone Untuk Rusia dan Ukraina, Cegah Invasi Makin Memanas

"(Ledakan itu) membuktikan bahwa kita tidak boleh menurunkan kewaspadaan kita. Kita tidak boleh berpikir bahwa perang telah berakhir," kata Zelensky.

Diskusi Guterres dengan Zelenskyy sebagian terfokus pada evakuasi pejuang Ukraina dan warga sipil yang bersembunyi di pabrik baja di kota tenggara Mariupol yang terkepung, target utama Rusia di wilayah Donbas timur.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada prinsipnya menyetujui keterlibatan PBB dan Palang Merah dalam mengevakuasi pabrik selama pembicaraan terpisah di Moskow dengan Guterres pada hari Selasa (26/4/2022).

Pejabat Ukraina khawatir Rusia ingin menangkap mereka yang terperangkap di dalam, tuduhan yang dibantah Moskow.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. (DW)

Barat percaya pertempuran untuk Mariupol dan wilayah timur dan selatan lainnya dapat menentukan hasil perang.

Pasukan Rusia sekarang bercokol di timur, di mana separatis yang didukung Moskow telah menguasai beberapa wilayah sejak 2014, dan juga menguasai wilayah selatan yang mereka rebut pada Maret.

Staf umum Ukraina mengatakan Rusia meningkatkan serangan militernya di Donbas.

"Musuh meningkatkan kecepatan operasi ofensif. Penjajah Rusia mengerahkan tembakan intens di hampir semua arah," katanya.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini