News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Intelijen Inggris Sebut Ukraina Masih Menahan Severodonetsk, Luncurkan Serangan Balik di Kherson

Penulis: Inza Maliana
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto yang diambil pada 5 Juni 2022 ini menunjukkan asap setelah beberapa ledakan menghantam ibu kota Ukraina, Kyiv, dini hari. - Beberapa ledakan di distrik kota Darnytsky dan Dniprovsky. Layanan padam, kata Walikota Kyiv di Telegram. (Photo by Sergei SUPINSKY / AFP)

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) memperbarui informasi terbaru mengenai kondisi perang di Ukraina dari para intelijennya.

Menurut mereka, saat ini Ukraina masih mempertahankan wilayah Severodonetsk.

Sebelumnya, wilayah yang menjadi kota penting di Donbass Ukraina Timur itu diklaim telah dikuasai Rusia.

Namun, para intelijen menyebut pertahanan Ukraina masih ada meski Rusia terus menyerangnya.

"Meskipun tidak mungkin bahwa kedua belah pihak telah memperoleh kekuatan yang signifikan dalam 24 jam terakhir," tulis rilis dari Kementerian Pertahanan Inggris.

"Rusia terus mencoba menyerang kantong Severodonetsk dari tiga arah meskipun pertahanan Ukraina bertahan."

"Sementara Rusia memusatkan serangannya di sektor pusat Donbas, Rusia tetap bertahan di sisi-sisinya," tambahnya, dikutip dari The Guardian.

Asap dan kotoran membubung di kota Severodonetsk selama pertempuran antara pasukan Ukraina dan Rusia di wilayah Donbas Ukraina timur pada 2 Juni 2022. (ARIS MESSINIS / AFP)

Baca juga: Ibu Negara Ukraina Ungkap 60 Persen Warganya Butuhkan Bantuan Psikologis

Adapun, pembaruan informasi mengenai situasi yang sedang berlangsung di kota garis depan timur Severodonetsk ini dirilis pada Rabu (8/6/2022) pagi.

Kini, mengacu pada wilayah Kherson barat daya Ukraina, intelijen Inggris mengatakan pasukan Ukraina baru saja mencapai beberapa keberhasilan melalui serangan balik.

Termasuk mendapatkan kembali pijakan di tepi timur Sungai Ingulets.

Dengan bagian depan zona pendudukan yang membentang lebih dari 500 km, Rusia dan Ukraina sama-sama menghadapi tantangan serupa.

Terlebih dalam mempertahankan garis pertahanan sembari membebaskan unit tempur yang mampu untuk operasi ofensif.

Di wilayah Kherson yang diduduki, Rusia secara paksa menyelaraskan administrasinya dengan Federasi Rusia.

Mereka memperkenalkan rubel Rusia sebagai alat pembayaran yang sah dan mempekerjakan guru-guru Rusia untuk memperkenalkan kurikulum dan bahasa Rusia ke sekolah-sekolah.

Rusia kemungkinan besar akan mengklaim pendudukannya atas Kherson sebagai bukti memberikan tata kelola dan standar hidup yang lebih baik kepada rakyat Ukraina.

Rusia Klaim Rebut Severodonetsk

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini