News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Jerman dan Belanda Siap Memasok Enam Howitzer Tambahan ke Ukraina

Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

howitzer self-propelled M109A3. Menteri Pertahanan Jerman, Christine Lambrecht dan Menteri Pertahanan Belanda, Kajsa Ollongren mengatakan kepada pada wartawan, masing-masing negara itu akan menyediakan tiga howitzer tambahan, selain 12 howitzer yang telah dikirim dua negara tersebut ke Ukraina.

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, MADRID - Jerman dan Belanda akan mengirim enam senjata Howitzer tambahan ke Ukraina. Hal ini disampaikan menteri pertahanan kedua negara tersebut di sela-sela pertemuan puncak NATO di Madrid, Spanyol, pada Selasa (28/6/2022).

Menteri Pertahanan Jerman, Christine Lambrecht dan Menteri Pertahanan Belanda, Kajsa Ollongren mengatakan kepada pada wartawan, masing-masing negara itu akan menyediakan tiga howitzer tambahan, selain 12 howitzer yang telah dikirim dua negara tersebut ke Ukraina.

"Kami menunjukkan tekad dan komitmen kami terhadap Ukraina, dan tidak menyerah pada agresi Rusia ini," kata Ollongren, yang dikutip dari Reuters.

Baca juga: Bantu Militer Ukraina Rebut Severodonetsk, Norwegia Sumbangkan 22 Howitzer Self-Propelled

Pengiriman pertama persenjataan berat Jerman ke Ukraina dilaporkan telah selesai pada Selasa kemarin, termasuk tujuh howitzer self-propelled.

NATO akan Meningkatkan Jumlah Pasukan

Melansir dari DW.COM, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO difokuskan pada pembicaaran seputar perang di Ukraina dan meningkatkan kekuatan militer anggota NATO.

Para pemimpin negara-negara NATO juga membahas pemberian lebih banyak dukungan material ke Ukraina.

NATO juga berencana untuk meningkatkan jumlah pasukan siaga tinggi dari 40.000 menjadi 300.000 pasukan, mulai tahun depan sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina.

Baca juga: Negara G7 Desak China dan India Turut Menghukum Rusia, Agar Perang di Ukraina Segera Berakhir

Lambrecht mengatakan Jerman akan menyediakan sekitar 15.000 tentara, yang akan cukup untuk satu divisi, serta sekitar 65 pesawat dan 20 kapal.

"Jerman siap untuk melakukan bagiannya, NATO harus kuat dan ini perlu ditunjukkan dalam jumlah pasukan juga," kata Lambrecht kepada wartawan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini