News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Kisah Tragis Anak-anak Ukraina Sejak Invasi Rusia

Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dalam gambar yang diambil pada 18 Maret 2022 ini, 109 kereta bayi kosong dan keranjang bayi terlihat ditempatkan di luar dewan kota Lviv selama aksi untuk menyoroti jumlah anak yang tewas dalam invasi Rusia yang sedang berlangsung ke Ukraina. (Photo by Yuriy Dyachyshyn / AFP)

TRIBUNNEWS.COM - Hingga kini Rusia masih melanjutkan invasinya di Ukraina. Akibat perang tersebut banyak orang jadi korban.

Bukan hanya dari kalangan militer, tapi juga warga sipil. Bahkan tak sedikit anak-anak yang menjadi korban tewas.

Menurut badan PBB untuk anak-anak (UNICEF), setidaknya dua anak di Ukraina meninggal setiap hari  sejak invasi Rusia dimulai pada akhir Februari 2022. 

Kantor Kejaksaan Agung Ukraina mengenang beberapa dari anak-anak pemberani, korban kesewenang-wenangan dan haus kuasa para pemimpin despotik Rusia tersebut.

Baca juga: Menkeu AS: Invasi Rusia di Ukraina Ancaman Terbesar Ekonomi Dunia

Tonia Chundak, manajer konten dan relawan media “Years Old” Kyiv, dalam laporannya di situs war.ukraine.ua, menyebut Kejaksaan Agung Ukraina mengenang beberapa anak pemberani yang menjadi korban perang.

Polina, anak kelas empat, dan adik laki-lakinya, menjadi korban tewas dalam serangan kelompok sabotase Rusia.

Polina dan adiknya tewas dalam serangan yang dilancarkan kelompok sabotase Rusia di Kyiv.

Kelompok tersebut menembaki sebuah mobil warga sipil di Kyiv.

Anton dan Svitlana, seorang dokter hewan, meninggal di tempat. Begitu pula putri mereka, Polina.

Adik Polina dibawa ke rumah sakit. Namun, nyawanya tak terselamatkan karena lukanya sangat parah.

Hanya putri tertua keluarga itu yang selamat meskipun mengalami luka tembak yang parah.

Ada pula Sashko Yakhno, anak berusia empat tahun. kala itu ia dan neneknya, Zoia, berada di Desa Sukholuchchia.

Sashko Yakhno, bocah empat tahun, tewas setelah kapal pengungsi yang ditumpanginya terbalik saat hendak menyeberang Laut Kyiv.

Mereka tidak punya waktu untuk mengungsi sebelum Rusia mulai mengebom desa tersebut besar-besaran.

Pasukan Rusia meledakkan jembatan dan memblokir jalan. Sashko merayakan ulang tahunnya yang ke-4 di bawah pendudukan.

Penduduk setempat memutuskan untuk mengevakuasi anak-anak dan perempuan dengan perahu.

Pada 10 Maret, dua kapal akan menyeberangi apa yang disebut Laut Kyiv, waduk di Sungai Dnipro.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini