News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

China dan Rusia Jadi Pemimpin Surplus Perdagangan Dunia Tahun 2022

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden China Xi Jinping pada Jumat (30/12/2022) (kiri) dan Xi Jinping di bandara Moskow, Rusia, Senin (20/3/2023) (kanan). China dan Rusia menjadi pemimpin dunia dalam surplus perdagangan pada 2022, memecahkan rekor mereka sendiri untuk indikator ini. Hal ini berdasarkan pada data dari statistik nasional dua negara itu.

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, MOSKWA - China dan Rusia menjadi pemimpin dunia dalam surplus perdagangan pada 2022, memecahkan rekor mereka sendiri untuk indikator ini.

Hal ini berdasarkan pada data dari statistik nasional dua negara itu.

Baca juga: Presiden Brazil Lula da Silva Batalkan Kunjungan ke China karena Pneumonia

Dikutip dari laman Sputnik News, Senin (27/3/2023), data menunjukkan surplus perdagangan China tumbuh sebesar 30 persen pada tahun lalu ke level tertinggi sepanjang masa sebesar 877,6 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Sedangkan Rusia meningkatkan surplusnya 1,7 kali lipat sepanjang tahun ke rekor 333,4 miliar dolar AS, naik ke posisi kedua di antara negara ekonomi utama.

Sementara Arab Saudi yang memiliki surplus perdagangan tertinggi sejak 2012 yakni sebesar 221,3 miliar dolar AS menempati peringkat ketiga.

Selanjutnya, pemimpin absolut dalam pertumbuhan surplus perdagangan pada tahun 2022 adalah Kanada, di mana indeksnya melonjak 4,8 kali, dari 3,65 miliar dolar AS menjadi 17,45 miliar dolar AS.

Baca juga: Balas Kiriman Uranium Inggris ke Ukraina, Rusia akan Tempatkan Senjata Nuklir di Belarus  

Pada saat yang sama, satu-satunya negara yang berhasil beralih dari defisit perdagangan menjadi surplus pada tahun lalu adalah Nigeria.

Akibatnya, 26 ekonomi besar mencatat surplus perdagangan sebesar 2,45 triliun dolar AS pada 2022, dibandingkan dengan 32 negara dengan 2,1 triliun dolar AS setahun sebelumnya.

Studi tersebut dilakukan oleh Sputnik berdasarkan data badan statistik nasional dari 60 ekonomi terbesar dunia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini