RSF juga mengklaim telah menguasai bandara kota, serta Istana Republik, yang merupakan kursi kepresidenan di Khartoum.
Di sisi lain, SAF mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bahwa RSF-lah yang memulai pertempuran, setelah menyerang pasukannya di Khartoum selatan dan kediaman Abdel-Fattah Al-Burhan, panglima tertinggi SAF.
Pernyataan lain juga membantah klaim RSF dan menyebut mereka sebagai pasukan pemberontak.
RSF dibentuk di bawah mantan Presiden Sudan Omar al-Bashir pada 2013.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan