News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Perang Terbuka Hizbullah Vs Israel Diprediksi Bakal Pecah dalam Waktu Dekat

Penulis: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tentara Hizbullah Lebanon dan Israel saling baku tembak mematikan di perbatasan pada hari Minggu (15/10/2023). Perang terbuka antara Israel dengan Hizbullah diprediksi akan terjadi dalam waktu dekat.

TRIBUNNEWS.COM, DOHA - Perang terbuka antara Israel dengan Hizbullah diprediksi akan terjadi dalam waktu dekat.

Iran pada hari Minggu (15/10/2023) memperingatkan bahwa serangan darat Israel di Jalur Gaza dapat meningkatkan konflik di tempat lain di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian mengadakan pembicaraan dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, ketika pasukan Israel berkumpul di perbatasan.

“Tidak ada yang bisa menjamin pengendalian situasi dan tidak meluasnya konflik,” katanya, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.

“Mereka yang berkepentingan untuk mencegah meluasnya cakupan perang dan krisis, perlu mencegah serangan saat ini… terhadap warga negara dan warga sipil di Gaza,” tambahnya.

Amir-Abdollahian juga mengkritik Amerika Serikat, yang memberikan dukungan tegas kepada Israel sejak serangan pejuang Hamas pada 7 Oktober yang menyebabkan 1.300 orang tewas di Israel.

Serangan udara Israel yang ditujukan kepada para pemimpin Hamas di balik serangan mematikan itu telah menewaskan lebih dari 2.300 orang.

Di kedua belah pihak, korban jiwa sebagian besar adalah warga sipil.

Dia mengatakan perang yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas akan meluas ke negara-negara lain di Timur Tengah jika Hizbullah memutuskan terlibat.

Dalam interaksinya dengan wartawan di Beirut, Amirabdollahian meminta Israel menghentikan serangannya terhadap Gaza, dan menambahkan kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon telah mempertimbangkan semua skenario perang.

Hizbullah tetap menjadi ancaman paling serius bagi Israel, dengan 150.000 roket dan rudalnya, termasuk rudal berpemandu presisi.

Dia lebih lanjut mengatakan dia bertemu dengan Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah yang memberi pengarahan kepadanya tentang kondisi kelompok tersebut di Lebanon.

Selama ini Hizbullah terlihat masih menahan diri, dan hanya melakukan serangan-serangan kecil terhadap pos militer Israel di perbatasan Lebanon.

Kelompok muslim Syiah itu telah menyatakan mereka akan masuk total dalam peperangan jika Israel melakukan serangan darat ke Gaza.

Sementara Israel sendiri telah memutuskan menunda serangan darat ke Gaza dengan alasan cuaca buruk di daerah tersebut.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini