News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Kesaksian Keluarga Sandera: Adikku Ditahan Hamas di Rumah, Bukan Terowongan

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gambar yang diambil dari video selebaran yang dirilis oleh Kantor Media Hamas menunjukkan seorang pejuang Hamas dan petugas medis Palang Merah membantu sandera Israel yang baru dibebaskan, Maya Regev, 21, ke dalam kendaraan Palang Merah, di Jalur Gaza pada awal 26 November 2023.

TRIBUNNEWS.COM - Israel dan kelompok Hamas Palestina sepakat untuk membebaskan 50 sandera dan 150 tahanan Palestina dalam gencatan senjata sementara selama 4 hari.

Pada hari pembebasan pertama dilakukan pada Jumat (24/11/2023), Hamas merilis video pembebasan sandera yang difasilitasi oleh Komite Palang Merah Internasional (ICRC).

Video tersebut memperlihatkan seorang gadis kecil yang tersenyum dan melambai pada anggota Hamas yang mengantarnya dari kendaraan Hamas ke mobil ICRC.

Setelah video tersebut viral di media sosial, Israel menarasikan propagandanya dengan mengatakan para sandera dipaksa untuk terlihat ramah pada Hamas.

Namun, klaim itu dibantah oleh pihak keluarga sandera Israel yang mengatakan neneknya yang sempat disandera Hamas berada dalam keadaan sehat.

"Nenek kami, Jaffa, kembali dari Gaza dalam keadaan cantik dan cerah dan dalam keadaan sehat," kata Adriana, cucu Jaffa, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (26/11/2023).

Baca juga: Makin Banyak Sandera Dibebaskan, Joe Biden Ingin Gencatan Senjata Israel-Hamas Diperpanjang

Kesaksian lainnya datang dari kerabat salah satu sandera perempuan yang mengatakan kerabatnya dibebaskan oleh Hamas dalam kondisi yang baik.

"Mereka tidak mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan selama disandera, namun diperlakukan dengan cara yang manusiawi. Itu bertentangan dengan ketakutan kami, mereka tidak menghadapi hal yang mengerikan seperti yang kami bayangkan," katanya, Sabtu (25/11/2023).

Dalam kesaksian lainnya, kakak perempuan dari seorang sandera Thailand yang dibebaskan Hamas pada hari pertama, juga membagikan cerita adiknya.

"Ini di luar ekspektasiku. Saya kira ia termasuk dalam 16 korban yang tertembak. Keluarga kami sangat sedih, namun ketika para korban jiwa dipulangkan ke Thailand, dia tidak ada di sana," kata Roongarun Wichanguen, kakak dari salah satu sandera Thailand yang dibebaskan pada hari pertama.

Gambar yang diambil dari video selebaran yang dirilis oleh Kantor Media Hamas menunjukkan anggota Brigade Al-Qassam menyandera pejabat Komite Palang Merah Internasional di Gaza pada 24 November 2023, sebelum mereka dipindahkan ke Israel. (AFP/ALEX MITA)

Baca juga: Serangan Udara Israel Hantam Bandara Damaskus, Fasilitas Tidak Dapat Digunakan Kembali

"Harapan kami hampir pupus, dia mungkin disiksa atau terbunuh di terowongan, tapi tiba-tiba ada harapan," lanjutnya.

Ia lalu mengatakan kondisi adiknya saat pulang ke Thailand.

"Wajahnya terlihat bahagia dia nterlihat baik-baik saja. Dia bilang dia tidak disiksa dan tidak dilecehkan dan makan dengan baik. Dia dirawat dengan baik. Dia mengatakan itu seperti di sebuah rumah dan bukan terowongan," tambahnya.

Beberapa minggu yang lalu, seorang tahanan Israel yang dibebaskan oleh Hamas berbicara tentang perlakuan Hamas padanya selama disandera.

"Mereka bersahabat dengan kami dan merawat seorang pria yang terluka parah dalam kecelakaan sepeda. Ada seorang perawat yang merawatnya dan memberinya obat-obatan dan antibiotik," katanya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini