Kurikulum Jerman tidak mewajibkan para murid sekolah untuk mengunjungi kamp konsentrasi. Desakan untuk mengintegrasikan kunjungan ke lokasi sejarah pembantaian Yahudi pernah dirumuskan oleh Konferensi Menteri Kebudayaan (KMK) pada 2014 silam. Namun hingga kini, kewajiban tersebut tidak diterapkan di semua negara bagian.
Bisa dipastikan, para murid akan pulang dengan kesan yang kuat tentang kamp konsentrasi Ausschwitz dan sejarah holocaust. Bagi guru sekolah, Kazrin Kuznik, sangat penting "bahwa orang tua bisa melihat betapa pentingnya perjalanan ini, seperti juga para murid." Menurutnya, perkembangan politik dewasa ini justru membuktikan, "bahwa kunjungan ke kamp konsentrasi menjadi lebih penting dibandingkan beberapa tahun lalu."
rzn/as/hp
Baca tanpa iklan