News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Sekjen PBB Ingatkan Bakal Ada Tragedi Besar Jika Militer Israel Perluas Pertempuran ke Rafah

Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto dari udara menunjukkan tenda-tenda pengungsi Palestina di Kota Rafah, Jalur Gaza bagian selatan.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres memperbarui seruannya untuk melakukan gencatan senjata kemanusiaan sebelum tragedi besar terjadi di kota Rafah, Gaza selatan, di mana militer Israel dilaporkan berencana untuk memperluas serangannya.

“Melihat situasi di Rafah, di mana kini lebih dari separuh penduduk Gaza terdesak ke sana. Mereka tidak ingin pergi, mereka terdesak di sana,” kata Guterres.

“Melihat situasi tersebut, sekarang saatnya untuk melakukan gencatan senjata kemanusiaan sebelum tragedi besar terjadi di Gaza, jika kita memiliki intensitas operasi militer yang sama di Gaza seperti yang kita lihat di Khan Younis dan wilayah lain di Gaza,” sambungnya.

Baca juga: Pasukan Israel Siap Invasi Rafah, Netanyahu: Kami Targetkan 2 Kamp di Gaza Selatan

Belum lama ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menginstruksikan IDF (Pasukan Pertahanan Israel) untuk melakukan perluasan pertempuran di wilayah Rafah, yang dianggap sebagai benteng terakhir dari Hamas.

Meski begitu, Gedung Putih mengatakan pihaknya belum melihat tanda-tanda yang meyakinkan bahwa Israel akan segera melakukan operasi militer di Rafah.

Sementara itu, beberapa pihak di Israel menyarankan agar Mesir membuka perbatasannya untuk menerima warga Gaza yang melarikan diri, namun gagasan tersebut ditolak oleh Guterres.

“Saya pikir kita harus berusaha menghindari tragedi, alih-alih memaksakan hal-hal yang bisa memfasilitasi terjadinya tragedi,” katanya.

Sekjen PBB itu juga mempertanyakan kekuatan yang digunakan militer Israel di Gaza, dan menekankan bahwa para pemimpin Israel hanya diperbolehkan memerangi kelompok militan Palestina Hamas, bukan rakyat Palestina.

“Jika itu yang terjadi, saya tidak mengerti bagaimana hal ini dilakukan sedemikian rupa sehingga menyebabkan sekitar 28.000 orang di Gaza dilaporkan terbunuh, 75 persen dari populasi mengungsi, dan tingkat kehancuran diperkirakan akan terus meluas,” ujar Guterres.

“Saya pikir ada sesuatu yang salah dalam cara operasi militer Israel di Gaza,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini