TRIBUNNEWS.COM - Mantan auditor kualitas di pemasok Boeing Spirit AeroSystems, Joshua Dean yang mengungkapkan adanya pelanggaran berat terkait produksi pesawat 737 Max meninggal dunia pada Selasa (30/4/2024).
Dean sebelumnya mengungkapkan kepada publik bahwa pimpinan perusahaan mengabaikan cacat produksi pada Boeing 737 MAX.
Namun setelah mengungkapkan hal tersebut, Dean yang dikenal memiliki gaya hidup aktif tiba-tiba terserang Influenza B dan MRSA serta menderita pneumonia.
Akibat sakit yang dideritanya, Dean menghabiskan waktu dua minggu dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Namun sayangnya, infeksi yang menyebar dengan cepat membuat kondisinya semakin parah dan meninggal dunia.
“Dia meninggal dunia kemarin pagi, dan ketidakhadirannya akan sangat terasa. Kami akan selalu mencintaimu Josh,” kata bibi Dean, Carol Dean Parsons melalui Facebook, dikutip dari The Guardian.
Kabar kematian Dean juga dikonfirmasi oleh saudara perempuannya, Taylor Rae Roberts.
“Adikku yang tampan, Joshua, meninggal pagi ini dan sedang bersama adik laki-laki kami yang masih bayi. Saya tidak tahu berapa banyak lagi yang bisa diambil keluarga saya. Sejujurnya saya tidak tahu berapa banyak lagi yang bisa saya terima,” tulis saudara perempuannya, Taylor Rae Roberts, dalam postingan Facebook, dikutip dari Independent.co.uk.
Kabar meninggalnya Joshua Dean menjadi pelapor Boeing kedua yang meninggal misterius pada tahun ini setelah mengungkapkan masalah keselamatan di industri manufaktur penerbangan.
Pelapor Boeing pertama yaitu John Barnett, 62, ditemukan tewas di truknya di tempat parkir hotel di Carolina Selatan pada bulan Maret.
Kematian pelapor tersebut adalah yang terbaru dari serangkaian insiden terkait Boeing selama setahun terakhir.
Awal mula kejadian ini adalah ketika penutup pintu Boeing 737 MAX 9 Alaska Airlines meledak di udara pada bulan Januari.
Baca juga: Ada Masalah Lagi, FAA Tangguhkan 177 Penerbangan Akibat Insiden Pesawat Boeing 737
Insiden tersebut menyebabkan semua 171 jet MAX 9 dilarang terbang oleh FAA dan memicu penyelidikan.
Setelah insiden tersebut, 4 orang mengajukan laporan.
Dua dari pelapor tersebut adalah Barnett dan Dean.
Mereka menuduh bahwa pemotongan sudut dalam proses produksi jet menyebabkan risiko keselamatan.
Dean yang pertama kali melaporkan hal tersebut ke FAA.
Dia mengatakan bahwa pelanggaran serius dan berat yang dilakukan oleh manajemen kualitas senior pada lini produksi 737 telah terjadi di Spirit.
Dia juga bersaksi dalam gugatan pemegang saham terhadap Spirit AeroSystems, yang diajukan pada bulan Desember 2023.
Pada bulan Januari, Dean mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa dia dipecat karena menunjukkan bahwa lubang di badan pesawat jet salah dibor.
Dia dipecat dari Spirit Aerosystems pada April 2023, dan kemudian dia mengeluh bahwa pemecatannya adalah sebagai pembalasan.
Setelah kekacauan tersebut, Dave Calhoun, CEO Boeing, mengumumkan pada bulan Maret bahwa ia akan mengundurkan diri pada akhir tahun .
Insiden tersebut juga menyebabkan kerugian pada Boeing sebesar 355 juta dollar pada kuartal pertama tahun 2024.
(Tribunnews.com/Farrah Putri)
Artikel Lain Terkait Boeing 737