Datangi Kiryat Shmona, Netanyahu: Hamas-Hizbullah-Iran Mau Hapus Israel dari Peta
TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi kota Kiryat Shmona di Israel utara pada Rabu (5/6/2024), sehari pasca-serangan besar gerakan Hizbullah Lebanon yang menghantam kota pendudukan di utara negara tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Netanyahu menekankan kesiapan Israel untuk mengambil tindakan tegas terhadap ancaman dari Lebanon.
Baca juga: Seusai Hizbullah Bakar Kiryat Shmona di Utara, Giliran Houthi Gempur Kota Eilat di Israel Selatan
Netanyahu mengatakan kalau mereka yang dia sebut sebagai “musuh” di masa lalu mencoba menghapus Israel dari peta.
"Dan inilah yang coba dilakukan Hamas, Hizbullah, dan Iran saat ini," katanya dilansir Khaberni.
Dia menambahkan bahwa “Yerusalem akan tetap menjadi ibu kota abadi Israel dan statusnya tidak akan pernah berubah,”.
Netanyahu juga menekankan, "Kami akan berupaya untuk membuatnya berkembang dan mengeluarkan banyak keputusan terkait dengan pembangunannya," merujuk pada rencana ekspansi pemukiman dan perluasan wilayah pendudukan di Tepi Barat.
Baca juga: Pasukan Radwan Siaga di Perbatasan, Wasekjen Hizbullah: Kami Siap Perang Habis-habisan Lawan Israel
Klaim Akan Padamkan Perlawanan di Utara dan Selatan
Selama kunjungannya ke kamp 'Hero', Netanyahu menerima penjelasan dari Kolonel Avraham Marciano, komandan Brigade 769, dan Brigjen. Jenderal (Purn.) Alon Friedman, komandan kompleks barisan belakang.
Penjelasan tersebut mencakup situasi operasional, kejadian terkini di sektor ini, pertempuran pertahanan, dan upaya berkelanjutan untuk melindungi pemukiman dan penduduk di utara.
Netanyahu juga mendapat informasi terbaru mengenai operasi brigade dan Komando Utara terhadap infrastruktur Hizbullah dan teroris di Lebanon selatan.
Netanyahu juga mengunjungi titik observasi di kota tersebut, di mana ia bertemu dengan tim pemadam kebakaran dan pasukan siaga.
Baca juga: Netanyahu Datangi Perbatasan Lebanon Seusai Dibakar Hizbullah, IDF Siapkan 350 Ribu Personel
Ia menerima gambaran umum tentang kebakaran yang terjadi baru-baru ini, upaya pemadaman kebakaran yang ekstensif, dan kerja sama yang erat antara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Pemadam Kebakaran.
“Pada awal perang, kami mengatakan bahwa kami akan memulihkan keamanan di selatan dan utara—dan kami berhasil melakukannya,” kata Netanyahu.
“Hari ini saya berada di perbatasan di utara bersama para pejuang dan komandan heroik kita, dan saya juga di sini bersama petugas pemadam kebakaran. Kemarin, tanah di sini terbakar, dan saya senang Anda memadamkannya, tetapi tanah juga terbakar di Lebanon," katanya.
Sejauh ini, Israel dilaporkan belum mampu membendung serangan yang datang dari kepungan milisi perlawanan di kawasan.
Baca tanpa iklan