News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kirimkan Kapal Induk, Italia Perkuat Kerja Sama Militer dengan Jepang

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kirimkan Kapal Induk, Italia Perkuat Kerja Sama Militer dengan Jepang

Kapal induk Italia Cavour dijadwalkan melabuh di pesisir barat Pulau Honshu pada bulan Agustus mendatang, untuk mengambil bagian dalam latihan militer gabungan di udara dengan Pasukan Bela Diri Jepang.

Italia kini menjadi negara Eropa terbaru yang meningkatkan hubungan militer dengan negeri pasifis tersebut, di tengah eskalasi konflik geopolitik dengan Cina dan Korea Utara.

Pengerahan kapal andalan berbobot 27.100 ton itu diumumkan hari minggu (30/6) di Roma oleh Menteri Pertahanan Guido Crosetto.

Dia juga mengonfirmasi bahwa Cavour akan membawa hingga 10 pesawat tempur siluman F-35B, dalam latihan yang dimaksudkan "untuk memastikan stabilitas di Indo-Pasifik,” kata dia seperti dikutip Kyodo News.

Angkatan udara Jerman, Perancis dan Spanyol juga dijadwalkan untuk mengambil bagian dalam manuver lain di Jepang pada bulan Juli.

Konvergensi kepentingan

Kedekatan baru antara Roma dan Tokyo diwacanakan dalam KTT G7 di Puglia, Italia, yang diselenggarakan oleh Perdana Menteri Giorgia Meloni pertengahan Juni lalu.

Dia dikabarkan melakukan pertemuan langsung dengan PM Jepang Fumio Kishida di sela-sela konferensi. Dalam perjumpaan itu, Kishida menekankan pentingnya kerja sama internasional demi mengamankan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

"Italia dan Jepang memiliki cakrawala diplomatik dan kepentingan strategis yang sangat berbeda. Selama ini, Italia lebih fokus pada Timur Tengah dan Afrika Utara,” kata Marco Zappa, asisten profesor studi Jepang di Universitas Ca' Foscari, Venesia.

Perubahan mulai diupayakan, ketika hubungan antara Italia dan Cina menjadi dingin selama beberapa tahun terakhir, katanya kepada DW.

Italia adalah satu-satunya negara dengan perekonomian besar di Barat yang ikut serta dalam Inisiatif Sabuk dan Jalan atau Belt and Road Initiative (BRI) yang diusung Beijing. Namun Desember silam, pemerintahan Meloni mengumumkan bahwa Italia menarik diri dari proyek tersebut.

Zappa mengaku "tidak heran” bahwa dalam beberapa bulan terakhir Italia telah menunjukkan keberpihakan yang jauh lebih besar kepada AS dan sekutu NATO lainnya.

Jepang juga semakin mendekat dengan NATO. Invasi Rusia ke Ukraina telah mendorong Tokyo untuk memberikan tawaran yang lebih besar kepada negara-negara Eropa, serta memperluas peraturan yang mereka buat sendiri mengenai apa yang bisa mereka berikan kepada negara lain yang sedang berperang.

"Sikap simbolis itu akan dinormalisasi dengan kunjungan pelabuhan dan pelatihan bersama ini,” kata Zappa.

Menghindari kegusaran Cina

Namun dia tidak memperkirakan bahwa pemerintah di Roma akan mengambil risiko memprovokasi Cina dengan menugaskan kapal induknya ke Asia. Menurut rencana, kapal tersebut akan menghindari wilayah yang disengketakan di Laut Cina Selatan atau Selat Taiwan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini