TRIBUNNEWS.COM - Topan Gaemi menerjang daratan di pantai timur laut Taiwan pada hari Rabu (24/7/2024).
Badan Cuaca Pusat Taiwan mengatakan badai Gaemi menghantam Taiwan pada tengah malam dengan hembusan angin berkecapatan hingga 227 km/jam.
Departemen pemadam kebakaran Taiwan mengatakan bahwa kapal kargo berbendera Tanzania tenggelam di lepas pantai kota pelabuhan selatan Kaohsiung.
Badai yang menghantam kapal ini, menyebabkan sembilan awaknya yang berasal dari Myanmar meninggalkan kapal dengan jaket pelampung.
Sehingga sembilan awak kapal ini menghilang dan masih belum ditemukan.
Kepala badan pemadam kebakaran Taiwan, Hsiao Huan-Chang mengatakan bahwa saat ini kendala dalam upaya penyelamatan adalah cuaca dan jarak pandang.
"Jarak pandang di tempat kejadian sangat rendah dan angin terlalu kencang untuk melakukan pencarian," katanya, dikutip dari Al Jazeera.
Apabila cuaca sudah kembali membaik, Hsiao mengatakan akan mengirimkan helikopter untuk pencarian 9 awak kapal yang hilang.
“Jika cuaca memungkinkan, kami akan segera mengirimkan kapal atau helikopter untuk melakukan penyelamatan, tetapi saat ini hal tersebut belum memungkinkan,” katanya.
Sebelum menghantam Taiwan, Gaemi memperburuk kondisi hujan di Filipina.
Akibat badai topan Gaemi, 8 warga Filipina tewas.
Di Filipina, kapal tanker yang terbalik di Teluk Manila, tenggelam.
Baca juga: Topan Gaemi Hantam Taiwan, Layanan Kereta Cepat dan Pesawat Alami Gangguan
Kapal yang membawa hampir 1,5 juta liter bahan bakar industri ini diketahui sedang perjalanan menuju pusat kota Iloilo.
Namun saat badai datang, kapal tersebut terbalik dan tenggelam.
"MT Terra Nova terbalik dan akhirnya tenggelam," kata penjaga pantai Filipina, dikutip dari BBC.
Pihak bewenang mengatakan kapal itu meninggalkan tumpahan minyak yang membentang beberapa kilometer.
Enam belas awak kapal MT Terra Nova berbendera Filipina telah diselamatkan sementara satu orang masih hilang.
Penerbangan Dibatalkan, Sekolah-sekolah Ditutup
Badai yang menghantam Taiwan ini membuat hampir semua penerbangan domestik dan lebih dari 200 penerbangan Internasional batal terbang.
Badai Gaemi ini mengakibatkan 3 orang di Taiwan tewas.
Salah satunya tewas tertimpa pohon tumbang ketika sedang berkendara.
Sementara 2 lainnya tertimpa ekskavator saat terguling.
Selama 2 hari, pemerintah Taiwan menutup sekolah dan kantor.
Di ibu kota Taipei, rak-rak di supermarket dibiarkan kosong karena orang-orang menimbun barang sebelum harga naik setelah topan berlalu.
Meskipun intensitas topan telah berkurang, pihak berwenang telah memperingatkan penduduk Taiwan selatan dan tengah bahwa mungkin ada banjir dalam beberapa hari ke depan.
(Tribunnews.com/Farrah Putri)
Artikel Lain Terkait Topan Gaemi