News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Suriah

Berdalih Cegah Perang Berdarah, Turki Peringatkan Rusia dan Iran Tak Ikut Campur Konflik Suriah

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan memperingatkan Rusia dan Iran agar tak memberikan dukungan kepada Presiden Bashar Al-Assad karena dikhawatirkan bakal memicu perang panjang yang memakan banyak korban jiwa

Dengan runtuhnya rezim Assad, kini kepentingan sejumlah negara di Timur Tengah mulai mengalami gejolak panas.

Ali Bilgic, profesor hubungan internasional dan politik Timur Tengah di Universitas Loughborough Inggris menyebut pemerintah di Moskow sebagai "pecundang" setelah jatuhnya Assad.

Apabila kelompok Sunni yang menjadi pemimpin Suriah dan tidak pro dengan Rusia, maka itu akan merugikan kepentingan negara yang dipimpin Vladimir Putin itu.

Terlebih Rusia menyimpan banyak pipa minyak bawah laut di Suriah, jika kelompok tidak pro Rusia akhirnya menang menjadi pemimpin Suriah maka hal itu akan mengganggu bensin minyak Rusia di Suriah.

Bagaimana dengan Iran?

Pasca Assad digulingkan, Iran, yang merupakan pendukung utama rezim Assad, mengatakan pihaknya berharap untuk menjalin hubungan "persahabatan" yang berkelanjutan dengan Suriah.

Teheran sebelumnya memberikan dukungan militer secara signifikan kepada pasukan Assad serta melatih salah satu pasukan paramiliter yang memerangi kelompok oposisi bersenjata saat perang saudara di Suriah.

Akan tetapi, koresponden BBC Timur Tengah, Hugo Bachega, mengatakan bahwa saat ini pengaruh Iran sedang tertekan.

"Suriah di bawah Assad menjadi bagian dalam hubungan antara Iran dan milisi Lebanon, Hizbullah. Suriah adalah kunci bagi transfer senjata dan amunisi kepada kelompok Lebanon tersebut." ujar Bachega.

"Hizbullah sendiri telah melemah di Lebanon setelah perang dengan Israel. Dalam fase paling parah dalam perang saudara di Suriah, Iran mengirim penasihat ke negara tersebut dan Hizbullah mengerahkan para anggotanya untuk membantu Assad menghancurkan oposisi," jelas Bachega.

Sejumlah analis melihat jatuhnya pemerintahan Assad sebagai pukulan telak bagi Hizbullah, lantaran Suriah selama ini menjadi tulang punggung dan jalur pasokan utama Hizbullah.

(Tribunnews.com/Namira Yunia)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini