News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Ali Khamenei Bantah Iran Melemah: Masa Depan yang Akan Buktikan

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam pertemuan dengan putra pendukungnya pada 22 Januari 2025

TRIBUNNEWS.COM - Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei menyangkal klaim bahwa Iran telah "dilemahkan" akibat konflik regional, termasuk perang di Gaza.

"Pemimpi delusi itu mengumumkan bahwa Iran telah menjadi lemah," tulis Khamenei di platform X, Kamis (23/1/2025).

"Masa depan akan menunjukkan siapa yang sebenarnya telah menjadi lemah."

Sebelumnya, pada Senin (21/1/2025), Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa serangan Israel terhadap fasilitas militer Iran pada Oktober lalu benar-benar membuat negara itu mundur.

Saat menandatangani sejumlah perintah eksekutif di Gedung Putih, Trump menyampaikan kepada wartawan bahwa Israel telah melemahkan Iran secara signifikan selama konflik yang berlangsung selama 15 bulan di kawasan tersebut.

"Mereka dilemahkan dengan berbagai cara. Satu serangan oleh Israel benar-benar membuat mereka terpuruk," kata Trump, mengutip laporan dari Iran International.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (X/Ayatollah Ali Khamenei/@khamenei_ir)

Trump juga merujuk pada serangan terhadap perangkat komunikasi pemimpin Hizbullah tahun lalu, yang disebutnya telah melumpuhkan banyak orang serta melukai utusan Iran untuk Lebanon.

"Dan masih banyak lagi," imbuh Trump.

"Serangan terhadap pertahanan udara Iran adalah pukulan telak bagi mereka."

Khamenei membantah klaim tersebut, membandingkannya dengan awal Perang Iran-Irak pada 1980, ketika Saddam Hussein menginvasi Iran dengan dukungan signifikan dari Presiden AS saat itu, Ronald Reagan.

"Saddam memulai serangannya, dan Reagan memberinya banyak bantuan, dengan keyakinan salah bahwa Iran telah menjadi lemah," kata Khamenei.

Baca juga: Menhan Israel: Operasi IDF di Jenin Belajar dari Gaza Agar Proksi Iran di Tepi Barat Tak Jadi Kuat

"Namun mereka dan puluhan pemimpin delusi lainnya kini telah pergi ke neraka, sementara Republik Islam semakin kuat dari hari ke hari."

"Kali ini pun akan sama, dengan rahmat Tuhan."

Tekanan Maksimal Terhadap Iran

Menurut laporan The Wall Street Journal (WSJ) pada November lalu, Donald Trump berencana untuk meningkatkan kampanye "tekanan maksimum" terhadap Iran.

Kampanye tersebut bertujuan untuk menekan ekspor minyak Iran dan membatasi pengaruhnya di Timur Tengah.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini