Konferensi pers tersebut segera diikuti oleh pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, yang mengatakan bahwa sikap kerajaan terhadap negara Palestina adalah “tegas dan tidak tergoyahkan”.
“Yang Mulia menekankan bahwa Arab Saudi akan terus melanjutkan upayanya yang gigih untuk mendirikan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, dan tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel tanpa itu,” bunyi pernyataan itu.
Baca juga: Mobil Netanyahu Dilempari Telur, Apa Sebabnya?
Netanyahu: Negara Palestina Berdiri di Tanah Arab Saudi
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis mengusulkan agar Palestina mendirikan negara di Arab Saudi, bukan di tanah air mereka sendiri, dalam penolakan terbarunya terhadap hak Palestina untuk menentukan nasib sendiri.
“Saudi dapat mendirikan negara Palestina di Arab Saudi, mereka memiliki banyak tanah di sana,” kata Netanyahu dalam sebuah wawancara.
Pernyataan itu muncul saat Arab Saudi dan Israel tampak semakin jauh dari normalisasi hubungan, lebih dari setahun setelah pejabat di AS mengatakan kesepakatan sudah dekat.
Riyadh berulang kali mengatakan selama setahun terakhir bahwa hanya jalur yang jelas menuju negara Palestina yang akan membawanya untuk menjalin hubungan formal dengan Israel.
Tetapi Netanyahu menolak gagasan itu, menyebutnya sebagai “ancaman keamanan bagi Israel”.
SUMBER: MIDDLE EAST EYE
Baca tanpa iklan