News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Netanyahu akan Segera Kunjungi Hungaria, Kata Kepala Staf PM Hongaria Viktor Orban

Editor: Muhammad Barir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

NETANYAHU - Foto ini diambil dari publikasi Instagram Netanyahu pada Minggu (23/2/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato. Netanyahu akan melakukan kunjungan resmi ke Hongaria dalam beberapa minggu ke depan, kata kepala staf Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban pada hari Kamis, Reuters melaporkan. 

Netanyahu akan Segera Kunjungi Hungaria, kata Kepala Staf PM Hongaria Viktor Orban

TRIBUNNEWS.COM- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan melakukan kunjungan resmi ke Hongaria dalam beberapa minggu ke depan, kata kepala staf Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban pada hari Kamis, Reuters melaporkan. 

Kunjungan tersebut akan dilakukan untuk menentang surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadap pemimpin Israel tersebut.

Orban mengundang Netanyahu untuk mengunjungi Hungaria pada November lalu, dan mengatakan bahwa ia akan menjamin bahwa surat perintah penangkapan, yang dikeluarkan sehari sebelumnya atas dugaan kejahatan perang Israel di Gaza, “tidak akan dipatuhi”.

"Menurut rencana saat ini, Perdana Menteri Netanyahu akan tiba sebelum Paskah," kata Gergely Gulyas dalam konferensi pers. 

"Setelah tanggal kunjungan dikonfirmasi, tentu saja kami akan mengumumkannya, dengan mempertimbangkan pertimbangan keamanan yang sangat penting dalam kasus ini."

Beberapa negara Eropa lainnya mengatakan bahwa Netanyahu akan ditahan jika ia menginjakkan kaki di tanah mereka. 

Semua negara anggota Uni Eropa, termasuk Hungaria, adalah anggota ICC, yang berarti mereka diharuskan untuk menegakkan surat perintahnya. 

Orban, seorang nasionalis sayap kanan, sering berselisih dengan UE mengenai standar demokrasi dan hak asasi manusia di Hungaria.

ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan pada 21 November 2024 untuk Netanyahu dan mantan kepala pertahanannya, Yoav Gallant, serta pemimpin Hamas Ibrahim Al-Masri, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza.

 


SUMBER: MIDDLE EAST MONITOR

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini