News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Konflik Internal Israel Semakin Meruncing, Netanyahu Pecat Kepala Intelijen Shin Bet Ronen Bar

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RONEN BAR - Gambar merupakan tangkap layar YouTube International Institute for Counter-Terrorism (ICT) yang diambil pada Rabu (5/3/2025), menunjukkan Ronen Bar menyampaikan sambutan di ICT21: Terorisme di Mata Badai, KTT Dunia ke-21 tentang Antiterorisme pada 29 November 2022. Pemberhentian Ronan Bar akan berlaku efektif pada 10 April atau lebih cepat jika pengganti telah ditunjuk.

Ia menganggap Bar bukan sosok yang tepat untuk mereformasi Shin Bet, menyebutnya sebagai pemimpin yang lemah.

Namun, klaim ini ditolak mentah-mentah oleh Bar, yang menilai pemecatannya bermotif politis dan justru membahayakan stabilitas nasional.

Qatar-Gate

Menurut laporan Axios, salah satu pemicu utama konflik adalah penyelidikan Shin Bet terhadap beberapa ajudan Netanyahu yang diduga menerima pembayaran dari Qatar.

Dugaan ini menjadi kontroversial karena Qatar adalah salah satu mediator utama dalam negosiasi gencatan senjata di Gaza.

Media Israel menyebut skandal ini sebagai "Qatar-Gate" dan menilai bahwa pembayaran tersebut digunakan untuk memperbaiki citra Qatar di Israel.

Baca juga: Ini Alasan Benjamin Netanyahu Memecat Kepala Shin Bet, Ronen Bar

Perang Saudara

Para pengamat memperingatkan bahwa perseteruan ini bisa membawa Israel ke jurang perang saudara.

Nahum Barnea, kolumnis Yedioth Ahronoth, menulis bahwa "seorang perdana menteri yang kehilangan kendali akan memerintah sesuai keinginannya, dan pemerintahannya yang gagal akan mengikuti jejaknya."

Amir Tibon dari Haaretz bahkan menyatakan, "Demokrasi Israel kini berada dalam bahaya besar."

Netanyahu sendiri bersikeras bahwa pemecatan ini perlu dilakukan demi stabilitas nasional.

"Pada setiap saat, terutama selama perang eksistensial seperti yang kita hadapi, harus ada kepercayaan penuh antara perdana menteri dan kepala Shin Bet," katanya, dikutip dari Times of Israel.

(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani) 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini