Sambut Lailatul Qadar, 180 Ribu Jamaah Salat Isya-Tarawih-Itikaf di Masjid Al-Aqsa: Kontrol Ketat Israel
TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 180.000 jamaah melaksanakan salat Isya dan Tarawih di Masjid Al-Aqsa pada Rabu malam, menandai malam ke-26 Ramadan, menurut Departemen Wakaf Yerusalem dan Urusan Masjid Al-Aqsa.
Jumlah jamaah yang besar ini terjadi saat umat Muslim bersiap menyambut Lailatul Qadar, salah satu malam paling suci di bulan yang penuh berkah ini.
Baca juga: Al-Qassam Siarkan Rekaman Tel Aviv yang Dibom Rudal M90, Pancingan Agar Tentara IDF Masuk Jebakan?

"Para jamaah berkumpul di Masjid Al-Aqsa selama hari-hari suci ini untuk memohon ampunan dan belas kasihan dari Tuhan," tulis laporan RNTV, Kamis (27/3/2025).
Di Bawah Kontrol Ketat Israel
Ibadah kaum Muslim di Palestina ini dilakukan saat Otoritas Israel kembali memberlakukan pembatasan pada akses warga Palestina ke Yerusalem yang ingin beribadah di Masjid Al-Aqsa.
Pembatasan ini, dilakukan di tengah meningkatnya serangan pasukan IDF ke sejumlah wilayah Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
Dengan pengetatan ini, nantinya warga Palestina yang ingin melakukan ibadah atau i'tikaf selama bulan suci di Masjid Al-Aqsa akan dibatasi jumlahnya.
Pasukan Israel di pos pemeriksaan Qalandiya di utara Yerusalem akan memeriksa kartu identitas pribadi dan izin beribadah.
Warga Yamon di Tepi Barat yang diduduki, Ibrahim Awad, mengatakan kekecewaan atas kebijakan Israel yang memperketat akses masjid Al Aqsa
"Saya tiba di pos pemeriksaan dan setelah mereka memeriksa identitas saya, saya ditolak masuk tanpa alasan," kata Awad.
Keluhan serupa juga diungkap seorang lelaki tua lainnya, Sadiq Mohammed, dari kota Beit Ur al-Tahta di distrik Ramallah
“Di usia saya, mereka masih menolak akses saya ke Yerusalem dan shalat di Al-Aqsa, dengan dalih saya tidak punya izin salat,” jelas Sadiq.
Alasan Israel Batasi Al Aqsa
Adapun kebijakan tersebut, sebenarnya sudah diberlakukan Israel sejak bertahun-tahun lamanya, namun di awal Ramadan pemerintah Netanyahu semakin memperketat akses beribadah di Masjid Al-Aqsa.
Tak hanya membatasi masuknya jamaah Palestina dari wilayah pendudukan Tepi Barat ke masjid Al Aqsa.