Maraton ini, yang terdaftar di situs resmi badan pengelola global World Athletics, merupakan ajang olahraga internasional terbesar yang diselenggarakan di negara tersebut.
Pak Kum Dong, seorang pelari Korea Utara, mengatakan kepada kantor berita Reuters: "Tatapan mata rakyat kami membantu saya menghadapi kesulitan setiap kali saya merasa lelah."
Korea Utara, yang memiliki senjata nuklir, secara luas dianggap sebagai negara paria di mata dunia internasional karena tindakan-tindakan provokatif, pelanggaran terhadap perjanjian uji coba rudal, kepemilikan senjata kimia, serta dukungan terhadap invasi Rusia di Ukraina.
Negara totaliter dan tertutup ini berada di bawah berbagai sanksi internasional dan dikenal memiliki salah satu catatan hak asasi manusia terburuk di dunia, menurut kelompok-kelompok seperti Amnesty International.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Baca tanpa iklan