News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Presiden Prancis Macron Siap Akui Negara Palestina, Putra Netanyahu Meradang

Penulis: Farrah Putri Affifah
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PUTRA NETANYAHU - Tangkapan layar YouTube Yair Netanyahu diambil pada Minggu (13/4/2025) yang memperlihatkan putra PM Israel yaitu Yair Netanyahu dalam podcast bersama Gabe Groisman pada 12 Maret 2025. Yair Netanyahu meradang mendengar pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang siap mengakui negara Palestina pada bulan Juni mendatang.

TRIBUNNEWS.COM - Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyatakan kesiapan negaranya untuk mengakui negara Palestina dalam beberapa bulan mendatang, memicu kemarahan dari putra Perdana Menteri Israel,Benjamin Netanyahu, yaitu Yair Netanyahu.

Dalam unggahan pedas di platform X (sebelumnya Twitter), Yair meluapkan emosinya.

Kemudian, ia melanjutkan dengan serangkaian sindiran terhadap kekuasaan kolonial Prancis, menyerukan kemerdekaan bagi wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali atau pengaruh Prancis.

“Ya untuk kemerdekaan Kaledonia Baru! Ya untuk kemerdekaan Polinesia Prancis! Ya untuk kemerdekaan Korsika! Ya untuk kemerdekaan Negara Basque! Ya untuk kemerdekaan Guinea Prancis! Hentikan neo-imperialis Prancis di Afrika Barat!" tulisnya, dikutip dari Al-Mayadeen.

Kemarahan Yair ini muncul setelah Macron mengumumkan bahwa Prancis akan mengakui negara Palestina pada hari Rabu (9/4/2025).

Dalam wawancara dengan France 5, Macron menyebut, langkah pengakuan resmi kemungkinan akan diumumkan pada konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, pada bulan Juni.

Konferensi ini akan diketuai oleh Arab Saudi dan Prancis.

Tidak hanya Yair, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar juga mengecam rencana Macron tersebut. 

Dalam pernyataannya, Sa’ar menyebut, pengakuan negara Palestina saat ini sebagai “hadiah bagi Hamas.”

“Pengakuan sepihak atas negara Palestina fiktif, oleh negara mana pun, dalam realitas yang kita semua ketahui, akan menjadi hadiah dorongan bagi Hamas,” ujar Sa’ar, dikutip dari Anadolu Ajansı.

Ia juga menuding bahwa langkah Macron justru akan memperburuk situasi keamanan regional.

“Tindakan-tindakan semacam ini tidak akan mendekatkan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan kita, tetapi justru sebaliknya,” tambahnya.

Baca juga: Macron: Prancis Akan Akui Negara Palestina pada Juni 2025, tapi Negara Arab Harus Akui Israel

Namun, rencana Macron ini disambut baik oleh Menteri Luar Negeri Palestina, Varsen Aghabekian Shahin.

Menurut Shahin, keputusan Macron ini akan melindungi hak-hak rakyat Palestina.

"Pengakuan Prancis akan menjadi langkah ke arah yang benar sejalan dengan upaya melindungi hak-hak rakyat Palestina dan solusi dua negara," katanya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini