News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Takut AS Mundur dari Perundingan, Rusia: Kami Serius Akhiri Perang Ukraina, tapi Ini Sulit

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PUTIN TEMUI SANDERA - Foto diambil dari Kremlin, Jumat (18/4/2025). Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu mantan sandera Israel-Rusia, Alexander Troufanov, ibunya Yelena Troufanova, dan tunangannya Sapir Cohen di Kremlin, Moskow, pada Rabu (16/4/2025). Pada hari Jumat, Kremlin menanggapi ancaman Trump yang akan tarik AS dari perundingan Rusia-Ukraina jika gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

TRIBUNNEWS.COM - Kremlin memberikan tanggapannya atas pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, yang menyampaikan pesan Presiden AS Donald Trump terkait perundingan Rusia dan Ukraina.

Marco Rubio mengatakan Trump akan menarik AS dari perundingan Rusia-Ukraina jika tidak ada kemajuan dalam mencapai kesepakatan damai.

Ia juga memperingatkan bahwa AS akan melakukan hal lain jika Rusia dan Ukraina tidak menginginkan perdamaian.

"Negosiasi yang sedang berlangsung untuk mengamankan perdamaian dalam konflik Ukraina sulit, tetapi Rusia tetap berkomitmen untuk mencapai resolusi," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada hari Jumat (18/4/2025).

Ia mengatakan ada beberapa kemajuan dalam upaya untuk menyelesaikan perang bukanlah hal yang mudah dan komunikasi mengenai hal itu juga sulit.

Namun ia menegaskan bahwa Rusia percaya ada beberapa kemajuan dalam perundingan yang ditengahi oleh AS tersebut.

"Kami percaya bahwa kemajuan tertentu sudah dapat dinyatakan. Kemajuan ini terkait dengan moratorium sementara yang dipatuhi Rusia — moratorium untuk tidak menyerang fasilitas infrastruktur energi,"  ujarnya.

Meski Moskow telah menghormati moratorium ini, ia mengatakan hal yang sama tidak dapat dikatakan untuk pihak Ukraina.

Lebih lanjut, Dmitry Peskov menegaskan tidak ada rencana bagi Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghubungi Donald Trump minggu ini.

"Tidak ada kontak yang direncanakan minggu ini, tetapi, di sisi lain, kontak yang ada memungkinkan kami untuk mengoordinasikan percakapan seperti itu dengan sangat cepat jika diperlukan," kata Dmitry Peskov, seperti diberitakan Russia Today.

Dalam pernyataan tersebut, Dmitry Peskov juga mengumumkan perintah Putin bulan lalu untuk tidak menargetkan fasilitas energi di Ukraina selama 30 hari telah kedaluwarsa.

Baca juga: Trump Mengancam, AS akan Tinggalkan Perundingan Rusia-Ukraina jika Hasilnya Buntu

"Batas waktunya telah berakhir. Saat ini, tidak ada instruksi lebih lanjut dari Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, Presiden Putin," kata Dmitry Peskov.

Mengulangi pernyataan Duta Besar Rusia di PBB, Vassily Nebenzia, Peskov mengatakan Ukraina tidak mematuhi gencatan senjata energi tersebut selama 30 hari.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya mengatakan Trump berniat menarik AS dari perundingan antara Rusia dan Ukraina.

"Kami tidak akan melanjutkan pekerjaan ini selama berminggu-minggu dan berbulan-bulan. Jadi, kami perlu memutuskan dengan sangat cepat," kata Marco Rubio setelah bertemu dengan pejabat Uni Eropa dan Ukraina di Paris pada hari Kamis (17/4/2025), seperti diberitakan Reuters.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini