News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Badai Debu Tebal Kembali Selimuti Irak Utara, Langit Berubah jadi Jingga

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BADAI DEBU IRAK. Gambar merupakan tangkap layar Twitter/X China Xinhua News @XHNews dari AFP, Rabu (7/5/2025). Badai debu dahsyat melanda kota Kirkuk di Irak utara pada hari Senin (5/5/2025).

Gejala umum yang dialami warga antara lain sesak napas, batuk kering, iritasi mata, serta kelelahan ekstrem.

Otoritas kesehatan di Irak mengeluarkan imbauan agar warga tetap berada di dalam rumah, menutup jendela rapat-rapat, serta menggunakan masker N95 bila terpaksa keluar rumah.

Bandara Internasional Baghdad bahkan menghentikan sementara operasional penerbangan karena jarak pandang yang sangat terbatas akibat badai debu.

Beberapa sekolah dan kantor pemerintahan di wilayah utara Irak juga ditutup untuk menghindari risiko kesehatan yang lebih besar.

Di wilayah perbatasan, seperti timur laut Suriah, fenomena serupa juga terjadi.

Kota Qamishli dilaporkan mengalami penurunan visibilitas dan paparan debu tinggi yang menyulitkan aktivitas warga dan petugas medis.

Laporan The National News menyebutkan bahwa badai debu ini juga meningkatkan risiko terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan kronis.

Para peneliti memperingatkan bahwa badai debu dapat menjadi lebih parah dalam beberapa dekade mendatang jika tidak ada langkah serius dalam konservasi tanah dan pengelolaan sumber daya air.

Irak, yang pernah dikenal sebagai negeri subur di antara dua sungai, kini menghadapi ancaman krisis iklim yang nyata dan merusak keseimbangan ekologisnya.

Baca juga: Tercekik Debu! Badai Pasir Hantam Irak: Ribuan Warga Sesak Napas, Kota Tertutup Debu Oranye

Selain efek kesehatan, badai debu juga berdampak besar terhadap infrastruktur dan ekonomi lokal.

Sektor transportasi, perdagangan, dan pendidikan terganggu selama badai berlangsung.

Masyarakat yang menggantungkan hidup dari pertanian pun menghadapi tantangan besar karena badai merusak tanaman dan mencemari air irigasi.

Pemerintah Irak bekerja sama dengan organisasi internasional sedang menyusun strategi mitigasi jangka panjang.

(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini