“Distribusi beras saat ini tidak efisien. Banyak pelaku usaha beras mengatakan sistemnya jauh lebih kompleks daripada bahan makanan lain. Kami ingin memperbaikinya dari hulu ke hilir,” katanya.
Langkah pertama yang diambil adalah menurunkan harga beras yang ditimbun agar masyarakat tidak semakin menjauh dari konsumsi beras.
Setelah itu, pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi beras dan merancang reformasi kebijakan beras secara fundamental.
Meskipun pemerintah akan menetapkan kisaran harga eceran 2.000 yen untuk beras 5 kg di masa mendatang, Koizumi menegaskan bahwa harga jual ke masyarakat akan tetap ditekan untuk meringankan beban konsumen.
Diskusi seputar isu beras di Jepang turut dibahas oleh komunitas Pencinta Jepang. Bagi yang tertarik bergabung, dapat mengirimkan nama, alamat, dan nomor WhatsApp ke tkyjepang@gmail.com. Pendaftaran gratis. (Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ricard Susilo dari Jepang)
Baca tanpa iklan