News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Analis Militer AS: Seluruh 31 Unit Tank Abrams M1A1 yang Dikirim ke Ukraina Dihancurkan Rusia

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DISERANG DRONE - Tank tempur M1A1 Abrams buatan Amerika Serikat. Sebanyak 31 tank jenis ini yang dikirim ke Ukraina dilaporkan dihancurkan Rusia dengan serangan drone kamikaze.

Analis Militer AS: Seluruh 31 Unit Tank Abrams M1A1 yang Dikirim ke Ukraina Dihancurkan Rusia

TRIBUNNEWS.COM - Seorang analis militer Amerika Serikat (AS) menyatakan, seluruh 31 tank tempur utama M1A1 Abrams buatan AS yang dikirim ke Ukraina untuk membantu negara itu dalam berperang, sudah dihancurkan oleh Rusia menggunakan pesawat tak berawak alias drone serang satu arah (kamikaze) milik Moskow.

Dikutip saat berbicara kepada stasiun televisi CNN, analis militer Christopher Kirchhoff mengatakan kalau penghancuran puluhan tank Abrams itu menandai berakhirnya peperangan mekanis menggunakan tank dan kendaraan lapis baja yang dimulai sejak Perang Dunia Pertama.

Baca juga: Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina: Selusin Ledakan di Kiev, Hantam Rumah Sakit Bersalin di Odesa

“Pada awal perang, kami memasok 31 tank Abrams (M1A1) ke Ukraina. Sekarang, hampir semuanya telah hancur oleh serangan pesawat nirawak kamikaze Rusia. Ini menunjukkan bahwa era perang mekanis yang dimulai sejak Perang Dunia I kini akan segera berakhir,” katanya dikutip dari DSA, Rabu (11/6/2025)
  
Kirchhoff adalah seorang ahli strategi militer dan pertahanan, dengan pengalaman luas dalam menganalisis teknologi dan strategi militer, khususnya yang melibatkan konflik modern dan inovasi di medan perang.

Ia telah menjabat sebagai analis dan konsultan pada masalah keamanan nasional, termasuk bekerja dengan lembaga-lembaga seperti Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Ia dikenal karena pandangannya tentang evolusi teknologi militer, khususnya mengenai sistem tak berawak dan dampaknya terhadap metode peperangan tradisional.

PELEBUR TANK - Sebuah pesawat nirawak Ukraina melepaskan termit cair di bawah pohon ke tank Rusia untuk membakar dan melebur kendaraan tempur tersebut. Taktik ini digunakan agar kendaraan lapis baja Rusia tidak bisa digunakan lagi. (Brigade Mekanik ke-60 Ukraina/Tangkapan layar via Facebook)

Drone dan Perubahan Wajah Peperangan Modern

Perang Rusia-Ukraina mencerminkan berubahnya jenis perang yang terjadi di era modern.

Konflik bersenjata saat ini di Ukraina tidak melulu soal tank dan kendaraan lapis baja.

"Ini belum pernah dialami aset militer ini dalam konflik dan perang sebelumnya, khususnya yang melibatkan serangan pesawat tak berawak bunuh diri.
 
Di medan perang di Ukraina, drone—terutama drone kamikaze berbiaya rendah—telah menjadi faktor kunci dalam operasi militer.

Drone bunuh diri yang kecil, mudah dikendalikan, dan murah ini mampu melancarkan serangan tepat terhadap peralatan berat, bahkan sering kali berhasil mengatasi sistem pertahanan tank yang dibangun untuk menangkal ancaman konvensional seperti artileri atau rudal anti-tank.

Kendaraan lapis baja seperti tank, yang pernah menjadi simbol kekuatan dan ketahanan pasukan darat sejak Perang Dunia I, kini semakin rentan terhadap ancaman asimetris dari drone kecil yang mampu menghancurkan aset bernilai jutaan dolar.

Drone kamikaze, terutama model berbiaya rendah dan ringan yang beroperasi secara otonom atau jarak jauh, telah menjadi senjata pilihan dalam konflik Ukraina-Rusia karena kemampuannya menyerang dari sudut yang tidak terduga—termasuk terhadap bagian atas tank, yang biasanya merupakan titik lemah sistem lapis baja tank.
  
Drone kamikaze kecil ini tidak hanya lebih hemat biaya daripada rudal anti-tank, tetapi juga jauh lebih sulit dideteksi dan dicegat oleh sistem pertahanan tradisional.

Laporan dari medan perang menunjukkan bahwa kehadiran drone kamikaze telah memaksa tank dan kendaraan lapis baja berat lainnya untuk mengubah pola pergerakan mereka.

"Konflik Rusia-Ukraina menjadi saksi revolusi nyata dalam penggunaan pesawat tak berawak," kata ulasan situs militer dan pertahanan, DSA.

Drone FPV (First Person View) yang dioperasikan oleh militer baik oleh Rusia maupun Ukraina, mampu melacak dan menyerang aset militer kedua belah pihak dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi bahkan di lingkungan yang kompleks, menghancurkan tidak hanya tank, tetapi juga sistem artileri, depot amunisi, dan pusat komunikasi.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini