News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Iran Vs Israel

3 Pelajaran yang Diambil Iran Selama Perang dengan Israel dan Amerika

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERANG 12 HARI - Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei menyapa hadirin yang datang dalam acara peringatan dakwah Nabi Muhammad SAW, dengan sekelompok pejabat Iran, perwakilan dan duta besar negara-negara Islam di Teheran, Iran pada Selasa (28/1/2025). Menurut pakar, Iran dapat mengambil 3 pelajaran dari perang 12 harinya melawan Israel, yang disokong oleh AS.

Konflik ini memberi Iran gambaran baru mengenai pendekatan diplomasi nuklir ke depan.

Hingga saat ini, intelijen AS menilai Iran belum secara aktif mengembangkan senjata nuklir, dan masih memerlukan waktu bertahun-tahun jika ingin memproduksinya.

Sebagai anggota Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), Iran menegaskan haknya untuk memperkaya uranium untuk tujuan damai.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bahkan pernah mengeluarkan fatwa bahwa Iran tidak boleh mengembangkan senjata nuklir.

Namun, dalam beberapa hari terakhir, unjuk rasa di Iran menyerukan agar negara tersebut segera memperoleh senjata nuklir sebagai bentuk pencegahan.

“Memiliki infrastruktur nuklir tanpa pencegah yang kredibel membuatnya rentan terhadap serangan presisi tinggi,” kata Eslami.

Ia menambahkan bahwa meskipun Iran bersikukuh pada haknya atas program nuklir sipil, pendekatan itu tetap membuka kemungkinan konfrontasi.

“Satu pelajaran penting bagi Iran adalah bahwa ambiguitas strategis, tidak mengonfirmasi maupun menyangkal kemampuan nuklir, mungkin menjadi pendekatan yang lebih berkelanjutan,” imbuhnya.

Strategi tersebut menyerupai pendekatan Israel, yang hingga kini tidak pernah secara terbuka mengakui memiliki senjata nuklir. Israel sendiri bukan pihak dalam NPT.

Iran sempat mengancam akan keluar dari NPT selama konflik berlangsung.

Parlemen Iran bahkan memilih untuk menangguhkan kerja sama dengan IAEA pada hari Selasa (24/6/2025), sebuah indikasi bahwa Teheran serius mempertimbangkan ulang pendekatan diplomasi nuklirnya.

Baca juga: Intelijen AS: Program Nuklir Iran Masih Utuh dan Aktif, Serangan Gagal Hentikan Pengayaan Uranium

RUU tersebut, yang masih harus disahkan Dewan Wali Iran, menetapkan bahwa setiap inspeksi IAEA di masa depan harus mendapat persetujuan dari pejabat keamanan senior Iran.

2. Militer Iran Mampu Bertahan dan Membalas

Iran juga mengalami kerusakan signifikan pada infrastruktur militernya. Peluncur rudal dan instalasi pertahanan diserang langsung oleh Israel.

Iran kemungkinan besar telah menghabiskan sebagian besar persediaan rudal balistiknya dan kini perlu melakukan penggantian.

“Walau menderita kerugian, program rudal Iran meninggalkan kesan kuat. Rudal-rudalnya berulang kali menembus sistem pertahanan udara Israel dan sekutu-sekutunya, dan menghantam target militer maupun sipil,” ujar Eslami.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini