Times of London bahkan melaporkan bahwa beberapa pejabat senior Hamas di luar negeri telah diminta menyerahkan senjata mereka sebagai bentuk simbolik untuk memenuhi permintaan Israel terkait perlucutan senjata.
Sementara itu, Koalisi pemerintahan Netanyahu sendiri menghadapi tekanan internal lantaran Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir menolak kesepakatan.
Ia menyebut kesepakatan sebagai bentuk “menyerah.” Ia bahkan meminta partai sayap kanan lainnya, seperti Zionisme Religius, untuk menolak perjanjian ini.
Pemerintah kini dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menggandeng partai oposisi Biru dan Putih jika terjadi perpecahan dalam koalisi.
(Tribunnews.com / Namira)
Baca tanpa iklan