News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Houthi: Kapal Magic Seas Tenggelam di Laut Merah setelah Dihantam Rudal

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

HOUTHI SERANG ISRAEL - Foto ini diambil dari akun X Yahya Saree pada Minggu (1/6/2025), memperlihatkan juru bicara angkatan bersenjata Houthi Yaman, Yahya Saree, mengumumkan penargetan Bandara Ben Gurion pada hari Minggu. Pada 7 Juli 2025, Yahya Saree mengumumkan Houthi menenggelamkan kapal kargo Magic Seas setelah dihantam rudal pada 6 Juli.

TRIBUNNEWS.COM - Kelompok Houthi mengumumkan kapal kargo Magic Seas, yang diserang dengan rudal dan pesawat nirawak bermuatan bahan peledak pada hari Minggu (6/7/2025), telah tenggelam di Laut Merah.

"Kapal Magic Seas telah tenggelam sepenuhnya ke kedalaman laut," kata juru bicara militer Houthi Yahya Saree dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (7/7/2025).

Ia menambahkan, Magic Seas menjadi sasaran pada hari Minggu setelah kelompok tersebut, mengeluarkan peringatan yang diabaikan oleh awak kapal. 

Yahya Saree juga mengonfirmasi, kapal tersebut menjadi sasaran dengan menggunakan dua kapal nirawak, lima rudal, dan tiga pesawat nirawak.

Perusahaan Yunani yang mengoperasikan kapal tersebut, Steam Shipping, yang mengatakan pihaknya tidak dapat memverifikasi tenggelamnya kapal tersebut secara independen.

Pada hari Senin (7/7/2025), Houthi mengaku, bertanggung jawab atas serangan pada hari Minggu, dengan mengatakan mereka mengizinkan 19 awak kapal turun dari kapal kargo berbendera Liberia, Magic Seas.

"Sebuah kapal dagang yang lewat menyelamatkan semua awak kapal, dan mereka diharapkan segera tiba di Djibouti," kata pihak Steam Shipping kepada Reuters.

Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka telah berhasil menyelamatkan seluruh 22 orang di atas kapal tanker tersebut, setelah kapal "Safin Prism" milik Abu Dhabi Ports Group menanggapi panggilan darurat dari kapal niaga tersebut setelah diserang di Laut Merah.

"Kapal tanker Magic Seas kebanjiran setelah serangan itu dan masih berisiko tenggelam," kata perwakilan Steam Shipping, Michael Boduroglu, pada hari Senin. 

Kapal itu membawa besi dan pupuk dari China ke Turki, seperti diberitakan Al Jazeera.

Sejak Oktober 2023, Houthi menyerang sejumlah kapal terkait Israel yang berlayar di Laut Merah sebagai protes terhadap serangan Israel di Jalur Gaza.

Namun, pihak Magic Seas mengatakan, mereka tidak ada hubungannya dengan Israel dan tidak menerima peringatan sebelumnya mengenai serangan tersebut.

Baca juga: Sirine 4 Wilayah Israel Berbunyi saat Houthi Balas Serangan Rudal, Target IDF Lokasi Penting Yaman

Kelompok Houthi telah melancarkan lebih dari 100 serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah, Teluk Aden, dan Selat Bab al-Mandab yang menghubungkan mereka sejak tahun 2023.

Houthi sempat berhenti menyerang sejumlah kapal pada awal tahun ini setelah Israel dan Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menyepakati gencatan senjata selama enam minggu.

Namun, serangan tersebut, berlanjut setelah gencatan senjata berakhir dan Israel menolak untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan memasuki Jalur Gaza.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini