Bloomberg melaporkan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin mungkin bersedia menerima gencatan senjata untuk serangan udara, tetapi tidak untuk pertempuran darat.
Sementara itu, Financial Times pada Selasa (5/8/2025) melaporkan bahwa pemerintahan Trump mempertimbangkan sanksi tambahan.
Baca juga: Serangan Balik Ukraina! Bus Tentara Chechnya Meledak, Rusia Kehilangan Sistem Perang Elektronik
Sanksi itu menyasar "armada bayangan" kapal tanker yang menyelundupkan minyak Rusia ke pasar global.
Langkah ini merupakan bagian dari tekanan baru Washington untuk memaksa Moskow menuju kesepakatan damai.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan