News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Israel Bunuh 5 Jurnalis Al Jazeera, Arab Saudi, UEA, dan Qatar Meradang

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TERIMA ANCAMAN ISRAEL - Anas Al-Sharif merupakan koresponden Al Jazeera berbahasa Arab berusia 28 tahun yang terkenal keberaniannya meliput di medan perang Gaza. Serangan udara Israel di Kota Gaza pada Minggu (10/8/2025) malam (10/8/2025) menewaskan enam orang, termasuk lima jurnalis jaringan berita Al Jazeera, memicu kecaman keras dari negara-negara Arab.

TRIBUNNEWS.COM - Serangan udara Israel di Kota Gaza pada Minggu (10/8/2025) malam menewaskan enam orang, termasuk lima jurnalis jaringan berita Al Jazeera, memicu kecaman keras dari negara-negara Arab.

Menurut laporan CNN, para korban termasuk koresponden senior Anas Al-Sharif, Mohammed Qreiqeh, fotografer Ibrahim Al Thaher, Mohamed Nofal, serta jurnalis lainnya.

Mereka tewas saat berada di tenda bertanda “Pers” di dekat Rumah Sakit Al-Shifa.

Al Jazeera adalah jaringan media berita internasional yang berbasis di Doha, Qatar.

Dikutip dari Wikipedia, Al Jazeera didirikan pada tahun 1996 melalui dekrit kerajaan oleh Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani.

Al Jazeera awalnya merupakan saluran berita berbahasa Arab, namun kini telah berkembang menjadi jaringan multimedia global.

Al Jazeera beroperasi di 95 negara dan memiliki 70 biro berita dan sekitar 3.000 karyawan.

Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza terletak di kawasan Rimal Utara, Kota Gaza, Palestina.

Rumah sakit yang didirikan pada tahun 1946 oleh pemerintahan Inggris, dua tahun sebelum Inggris menarik diri dari Palestina, merupakan rumah sakit terbesar dan pusat medis utama di Jalur Gaza.

Fasilitas medis ini pernah selamat dari invasi Mesir tahun 1948 dan tetap beroperasi selama pendudukan Israel sejak 1967.

Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza juga pernah direnovasi besar-besaran oleh arsitek Israel pada 1980-an dengan dukungan Amerika Serikat.

Baca juga: Netanyahu Klaim Foto Anak Malnutrisi dan Kelaparan di Gaza adalah Palsu

Israel dan AS menuduh Hamas menggunakan rumah sakit ini sebagai pusat komando dan terowongan bawah tanah.

Tuduhan tersebut dibantah oleh Hamas dan otoritas kesehatan Gaza, yang menyatakan tidak ada infrastruktur militer di dalam kompleks rumah sakit.

Rumah sakit ini telah menjadi sasaran serangan berulang kali oleh militer Israel, termasuk serangan drone yang menewaskan lima jurnalis Al Jazeera pada 10 Agustus 2025.

Sasaran Langsung

Direktur rumah sakit, Dr Mohammad Abu Salmiya, mengatakan tenda tersebut menjadi sasaran langsung serangan.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini