News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Top Rank

10 Negara Penghasil Nikel Terbesar di Dunia: Indonesia Nomor Satu

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TOP RANK - Foto ilustrasi tambang nikel, diunduh dari Pexels pada 21 Agustus 2025. Inilah 10 negara penghasil nikel terbesar di dunia, Indonesia berada di urutan teratas.

Nikel terbentuk secara alami, terutama dalam bentuk oksida, sulfida, dan silikat. Nikel primer diproduksi dan digunakan dalam bentuk feronikel, oksida nikel, bahan kimia berbasis nikel, dan logam nikel murni.

Setiap tahunnya, lebih dari tiga juta ton nikel baru atau nikel primer diproduksi dan digunakan di seluruh dunia.

Bijih nikel saat ini ditambang di lebih dari 25 negara, termasuk Indonesia.

Setiap jenis bijih membutuhkan teknik ekstraksi yang berbeda.

Nikel paling banyak digunakan untuk produksi baja tahan karat (stainless steel), baterai kendaraan listrik, pelapisan logam antikarat, dan campuran logam khusus pada sektor otomotif, konstruksi, energi, hingga peralatan konsumen sehari-hari.

Keberlanjutan dan Daur Ulang

Nikel adalah unsur alami yang tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan.

Sifatnya— seperti ketahanan terhadap korosi, stabilitas pada suhu tinggi, kekuatan, keuletan, ketangguhan, kemampuan daur ulang, serta sifat katalitik dan elektromagnetik — menjadikannya sangat penting bagi keberlanjutan.

Meski sering kali tidak terlihat, nikel berperan dalam ratusan fungsi dan ribuan produk yang kita gunakan setiap hari.

Nikel juga merupakan sumber daya alam tak habis pakai karena dapat didaur ulang berulang kali tanpa kehilangan kualitas.

Hal ini membuatnya berperan penting dalam mewujudkan model Ekonomi Sirkular (Circular Economy/CE).

Karena produk berbahan nikel memiliki nilai ekonomi tinggi, telah berkembang infrastruktur global untuk mengumpulkan dan memprosesnya.

Proses pengumpulan, pemilahan, persiapan, pengangkutan, dan pemanfaatan besi tua berbasis nikel juga menciptakan lapangan kerja signifikan serta memberikan kontribusi ekonomi besar.

Meski begitu, penambangan nikel menimbulkan masalah lingkungan yang serius, termasuk polusi udara dan air, perusakan habitat, penggusuran masyarakat, gangguan pola migrasi satwa liar, emisi gas rumah kaca, dan penggunaan energi yang intensif karbon.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini