News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Raja Charles III Bertemu Trump di AS, Apa Saja yang Dibahas?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Raja Charles III Bertemu Trump di AS, Apa Saja yang Dibahas?

Raja Charles III bersama istrinya, Ratu Camilla memulai kunjungan kenegaraan selama empat hari di Amerika Serikat (AS) sejak hari Senin (27/04).

Keduanya bertemu dengan Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump di Gedung Putih. Setelah jamuan teh, pasangan kerajaan itu juga berbincang dengan anggota kabinet AS dan tamu lainnya di Kedutaan Besar Inggris di Washington.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperingati 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat dari jajahan Inggris. Momen ini juga menegaskan hubungan erat kedua negara yang belakangan tampak kurang akur.

Trump singgung "hubungan spesial” dengan Inggris

Raja Charles III kembali bertemu Presiden Trump pada Selasa (28/04). Ia dan Ratu Camilla disambut langsung oleh Trump dan Melania.

"Dalam berabad-abad sejak kami merdeka, Amerika tidak memiliki sahabat yang lebih dekat daripada Inggris,” kata Trump dalam pidatonya.

Ia menambahkan kedua negara memiliki "hubungan spesial, dan berharap akan selalu demikian.”

Sebelumnya, Trump sempat mengkritik posisi Inggris terkait Selat Hormuz dan menyebut dua kapal induk Inggris sebagai "mainan.” Namun, ia akhirnya mentayakan bahwa "tidak ada yang bertempur bersama sebaik Amerika Serikat dan Inggris.”

Raja Charles ingin mempererat kedekatan dengan AS

Dalam pidatonya di Kongres, Raja Charles menyerukan agar Inggris dan Amerika Serikat "memperbarui komitmen” terhadap hubungan yang telah terjalin lama.

"Hari ini, ribuan personel militer AS, petugas pertahanan, dan keluarga mereka ditempatkan di Inggris. Sementara personel Inggris bertugas dengan kebanggaan yang sama di 30 negara bagian Amerika,” ujar Charles.

"Kami membangun F-35 bersama, dan telah menyepakati program kapal selam paling ambisius dalam sejarah: AUKUS.”

Mengacu pada sejarah kedua negara, ia memperingatkan agar hubungan tersebut tidak ditinggalkan.

"Dari perpecahan pahit 250 tahun lalu, kita membangun persahabatan yang berkembang menjadi salah satu aliansi paling berpengaruh dalam sejarah manusia,” tambahnya.

"Saya berdoa sepenuh hati agar aliansi kita terus mempertahankan nilai-nilai kemitraan kita. Juga dengan Eropa dan Persemakmuran di seluruh dunia. Mari kita mengabaikan usulan untuk menutup diri.”

Charles juga menyinggung Ukraina. Ia meminta "perdamaian yang benar-benar adil dan berkelanjutan.”

Raja Charles sepakat Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir

Dalam jamuan kenegaraan, Trump menyatakan bahwa Raja Charles III sepakat Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini