News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Fitur Hemat yang Tak Berpihak pada Pengemudi Ojol

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Fitur Hemat yang Tak Berpihak pada Pengemudi Ojol

Enam bulan belakangan, Firman (bukan nama sebenarnya), memutuskan jadi pengemudi ojek online (ojol) untuk mencari penghasilan sembari menunggu panggilan kerja formal. Di bayangan laki-laki berusia 33 tahun itu, ia bisa dapat penghasilan bersih sekitar Rp250.000 per hari. Namun kenyataannya, penghasilan bersih Firman berkisar Rp100.000-150.000 per hari akibat potongan biaya aplikasi ditambah dengan potongan dari fitur hemat.

Potongan tarif itu memberatkan Firman sebagai pengemudi. Pada hakikatnya, fitur hemat merupakan salah satu pilihan bagi para pengemudi ojol, tapi bila tidak diaktifkan, jumlah pesanan penumpang bisa berkurang. Hal itu mengingat banyaknya konsumen yang memilih untuk memesan ojol lewat fitur hemat. Setelah dihitung-hitung, tarif fitur hemat hingga menggerus pendapatan Firman hingga Rp20.000 per hari di luar potongan biaya aplikasi.

“Yang berat juga dari fitur hemat tuh titik penjemputan yang jauh. Bisa 3-6km. Ibaratnya pesanan masuk di Sudirman, tapi titik penjemputan di Kemang,” kata Firman kepada DW Indonesia. “Waktu dan tenaga habis untuk jemput jarak jauh tapi tujuan pengantarannya dekat,” lanjut Firman.

Seiring waktu, Firman juga mengaktifkan layanan lain yang disediakan aplikasi seperti layanan pengantaran makanan dan paket. Tujuannya, agar penghasilannya tidak banyak dipotong dan tidak menempuh jarak penjemputan penumpang yang jauh. Namun, Firman tetap menanggung konsekuensi harus bekerja lebih dari delapan jam dalam sehari.

Pengalaman serupa juga dialami Rino (bukan nama sebenarnya), 38 tahun, yang sudah satu dekade menjadi pengemudi ojol. Saat pertama kali jadi pengemudi ojol, penghasilan bersih Rino rata-rata Rp250.000 per hari. Kini, rata-rata penghasilannya Rp80.000-100.000 per hari. Ia pun sering terpaksa memanfaatkan fitur hemat supaya bisa mendapat belasan pesanan penumpang. Tanpa fitur hemat, ia hanya mendapat 5-7 penumpang.

“Rugi ikut fitur hemat. Kami ini seperti dipermainkan dan dipaksa ikut fitur hemat kalau mau dapat penumpang,“ kata Rino kepada DW.

Hampir sama dengan Firman, untuk menyiasati berbagai potongan tarif, Rino bekerja untuk dua aplikator sekaligus dan mengaktifkan berbagai layanan yang ditawarkan baik itu pengantaran penumpang maupun barang. “Saya jadi lebih capek. Nyalakan aplikasi jam 06.00-23.00 WIB,“ lanjut Rino.

Asal usul fitur hemat di aplikasi

Pada awal September 2022, perusahaan transportasi online Grab Indonesia memperkenalkan layanan Grab Bike Hemat. Menurut rilis media yang diterbitkan Grab Indonesia pada 11 September 2022, program Grab Hemat dibuat sebagai respons atas kenaikan bahan bakar minyak yang sedang terjadi saat itu. Tujuannya untuk menjaga kestabilan permintaan pasar terhadap layanan aplikator dan meringankan beban ekonomi masyarakat.

“Ini adalah bentuk dukungan Grab terhadap konsumen setia kami sembari memastikan keberlangsungan pemasukan bagi para mitra pengemudi di tengah kondisi yang sarat perubahan seperti saat ini,” kata Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia, dalam rilis media. Saat itu Neneng juga menyatakan bahwa layanan Grab Bike Hemat berlaku di seluruh wilayah Indonesia untuk pengantaran jarak pendek.

Pada bulan yang sama, pemerintah Indonesia mengeluarkan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No. KP 667 tahun 2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.Dalam aturan tersebut di antaranya tertulis bahwa "perusahaan aplikasi menerapkan besaran biaya jasa batas bawah, biaya jasa batas atas, dan biaya jasa minimal" sebagaimana tertulis dalam poin ketujuh.

Di samping itu, perusahaan aplikasi juga bisa "melakukan evaluasi besaran biaya jasa setiap satu tahun atau saat terjadi perubahan yang sangat berpengaruh terhadap kelangsungan usaha," sebagaimana tertulis dalam poin kesembilan.

Aplikator Gojek menyusul dengan meluncurkan fitur hemat. “Inovasi merupakan strategi Gojek untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, sekaligus meningkatkan peluang pendapatan mitra," kata Catherine Hindra Sutjahyo, Presiden Gojek Unit Bisnis On Demand GoTo dalam Konferensi Pers Gojek Serukan Semangat Khas Indonesia, sebagaimana dikutip Kompas pada 10 Agustus 2023.

Layanan Hemat kemudian juga diluncurkan aplikasi transportasi online lain, Maxim.

Lily Pujiati, Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia menyatkan bahwa para aplikator tidak berkonsultasi dengan sebagian besar mitra pengemudi ojol saat hendak meluncurkan program hemat. “Kami tidak pernah dilibatkan dalam perencanaan program,” kata Lily kepada DW Indonesia.

Menurutnya, selayaknya mitra, semestinya aplikator membuka ruang diskusi dengan mitra pengemudi saat membuat program. “Yang ada, sekarang kami sebagai pengemudi dirugikan,” lanjut Lily.

Serikat pekerja: Butuh regulasi memihak pengemudi ojol

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini